Indahnya Menjadi Orang Baik, Seperti Si Bunga dan Si Lebah Madu

By SHIETRA - Maret 08, 2019

Indahnya Menjadi Orang Baik, Seperti Si Bunga dan Si Lebah Madu
Hello sobat KWANG, apa kabar sobat hari ini, semoga cerah selalu ya, apapun kondisi cuaca nya di luar sana. Langit boleh mendung, tapi mood harus tetap cerah dong! 😊
Kali ini KWANG punya bahasan yang menarik, yang pastinya kamu juga suka, karena sangat relevan dalam kehidupan kita sehari-hari. So, baca selengkap nya ya... ♪♫♬🎶
Ada dilematika yang pastinya pernah kita hadapi, yakni: apakah menjadi orang baik, artinya harus diam “seribu bahasa” saja ketika diperlakukan tidak adil? Apakah menjadi seorang yang suci dan murni, artinya hanya boleh pasrah saja ketika disakiti? Apakah untuk menjadi anak yang berbakti dan baik hati, harus diam saja apapun perlakuan orang tua? Apakah untuk menjadi warga negara yang baik, harus patuh begitu saja ketika hukum dan aparatur negara bersikap tidak semestinya?
Tertarik? Yuk kita simak satu per satu, biar perasaan kita lebih tenang untuk menyikapi permasalahan dilematis yang tentunya sedang dan pernah kita alami itu kan? 😊
Misalnya, kita mengenal seseorang yang baik, lalu kita selalu berusaha menggoda dan mempermainkannya. Jika si orang baik itu lalu menjadi segalak harimau terluka, sebenarnya yang tidak baik itu siapa? Apa boleh, kita menyebut si orang baik itu tidak benar-benar baik, atau bahkan kita sebut sebagai “tidak sopan” karena marah-marah? 😊
Sama juga jika kita bertemu orang suci. Mengetahui dirinya orang suci, bukan berarti kita boleh bertindak sewenang-wenang kepada orang suci itu. Kita tahu kalau orang suci tidak akan membalas menyakiti kita, tapi bukan berarti kita boleh menyakiti orang suci itu.
Jika memang kita betul-betul berani, maka carilah orang yang belum suci untuk kita sakiti, jangan hanya berani menyakiti orang suci, dong. Betul tidak?
Mentang-mentang orang suci dan orang baik tidak akan membalas kejahatan yang kita lakukan terhadap mereka, lalu kita memandang mereka sebagai “mangsa empuk”? Itulah yang disebut dengan sikap “pengecut”. Tentunya sobat KWANG tidak ingin menjadi seseorang dengan karakter seperti itu bukan?
Orang-orang baik seharusnya kita hargai, dan orang-orang suci perlu kita hormati. 🎷🎸🎺🎻🎼
Seseorang yang marah, atau bahkan murka, bukan selalu berarti dirinya adalah bukan orang baik atau bahkan tidak suci. Marah tanpa alasan, itulah pertanda bukan orang baik dan tidak suci.
Jika kita bertemu dan tinggal bersama orang-orang baik, bukan berarti kita bisa bersikap seenaknya terus-menerus bersikap buruk terhadap orang baik itu. Orang baik bukanlah bertubuh mayat yang tidak bisa merasa sakit dan kesakitan. Orang baik untuk dibalas dengan perlakuan yang baik, bukan untuk disakiti. Bukankah begitu? Bersikaplah adil dan bijak
Sama halnya, menjadi orang suci, bukan berarti kita harus bersikap seperti orang bodoh yang hanya berdiam diri ketika diperlakukan tidak patut. Bukan berarti pula kita bisa bermain-main dengan orang-orang yang telah suci. Orang suci untuk diteladani kesuciannya, bukan untuk digoda, terlebih dipermainkan. ♪♫♬🎶
Bukankah artinya penjahat yang hanya berani menjahati orang-orang berbaik hati dan orang-orang suci, adalah penjahat yang paling curang dan paling pengecut di dunia ini?
Jika si penjahat memang pemberani, semestinya ia mencari sesama orang jahat untuk dijahati. Berani tidak mereka?
Sama juga, jika kita mendapati fenomena sosial seperti warga yang “main hakim sendiri” dengan menghakimi ramai-ramai terhadap pencopet yang tertangkap basah ketika melakukan aksinya, itu terjadi bukan karena mental masyarakat sedang “sakit”, tapi bisa jadi terjadi karena kekecewaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum yang tidak sigap dan selama ini tidak serius menindak-lanjuti laporan warga atas kasus-kasus serupa di lingkungan masyarakat tersebut.
Maka, tidak heran bila warga setempat merasa terpanggil untuk mengandalkan sikap “main hakim sendiri” saja sesama warga, daripada harus mengemis dan mengandalkan aparat penegak hukum yang tidak bisa diandalkan untuk menegakkan hukum.
Sama lucunya dengan para penjahat yang komplain kondisi penjara yang penuh dan makanannya tidak enak. Jika sudah tahu kondisi penjara seperti itu (siapa juga yang merasa tidak tahu?), mengapa juga masih melakukan tindak kriminal, yang artinya si penjahat itu sendiri yang membawa dirinya sendiri memasuki sel penjara dan mendekam di dalamnya. Dingin dan gelaap... banyak tikus juga berkeliaran di dalamnya, konon katanya! Bukannya koruptor memang digambarkan seperti tikus hitam berkumis gitu? 😊
Begitu pula para penjahat besar yang diancam hukuman mati, mereka bilang itu melanggar hak asasi manusia. Tapi, mereka tidak pernah bicara soal hak asasi manusia yang sama kepada korban-korban mereka.
Mereka tahu undang-undang mengatur ancaman hukum mati atas suatu perbuatan jahat demikian, namun mengapa masih dilanggar juga? Bukankah artinya, si penjahat itu sendiri yang minta dihukum mati. Maka, yang jahat itu ialah undang-undang-nya, atau si orang jahat itu sendiri?
Bisa-bisa, orang-orang akan berpikir bahwa jadi orang jahat lebih-lah enak. Mau marah, mau murka, tidak ada orang yang bisa bilang dia itu bukan orang baik. Ya memang orang jahat itu bukanlah orang baik-baik. 🎷🎸🎺🎻🎼
Sebaliknya, jadi orang baik, sungguh sukar, terlebih jadi kaum suciwan. Rentan disakiti, tapi ketika protes dan murka, dibilang bukan orang baik, dan tidak sopan. Apa itu sikap yang adil terhadap mereka?
Semestinya orang baik untuk kita jaga dan rawat, pelihara dan lestarikan, bukan untuk disakiti dan dihisap. Jangan salahkan orang baik yang marah dan murka, tapi salahkan orang-orang yang telah bersikap tidak patut dan telah melecehkan sikap baik mereka.
So, jadi orang baik itu bukan-lah hal yang salah (dan juga tidak mudah). Orang baik yang marah dan murka, juga bukan-lah hal yang keliru ataupun ditabukan. So juga, jadilah selalu orang yang baik! Pilih selalu menjadi orang yang baik. Partai “kebaikan”! 😊
Sebaliknya, bila kita bersikap sewenang-wenang terhadap orang-orang baik terlebih kepada orang suci, maka sejatinya yang berhati tidak baik adalah diri kita sendiri. Kita tidak boleh mengkambing-hitamkan pihak lain atas sifat buruk kita sendiri.
Orang-orang baik mirip seperti bunga yang mekar dengan harumnya, menggoda tangan-tangan orang nakal untuk mendekati dan memetiknya! 😊
Apakah salah si bunga yang indah itu sehingga tampak indah dan menawan, mengundang orang-orang bertangan usil untuk memetiknya? Apa pendapat mu? 🎷🎸🎺🎻🎼
Bunga yang indah, bukan untuk dipetik, tapi untuk dikagumi dan dihargai keindahannya. Bunga itu indah, dan tetap indah, sekalipun kini berada di tangan si orang-orang bertangan usil. Bukankah begitu? 😊
Jadilah si bunga, bukan menjadi si orang “bertangan usil”. Bunga itu indah, dan tetap saja indah di tangan siapa pun berada, sementara si usil yang tidak indah. Pilih yang mana?
Mirip seperti filosofi bunga dan si lebah. Lebah tidak menyakiti lebah, dan sebaliknya lebah tidak menyakiti bunga. Bahkan bunga memberi madu pada lebah, dan lebah membantu penyerbukan putik dan benang sari bunga. Saling membantu dan saling merawat, betapa akan indahnya dunia ini, ya sobat KWANG? ♪♫♬🎶
Karena itu juga, hargailah orang-orang baik dan terkasih di dekat kita, dengan memberikannya hadiah berupa perhiasan emas imitasi berkualitas KWANG EARRINGS! (promosi dikit, boleh dong! 😊)
Jangan biarkan mereka menebak-nebak apakah kita mengasihinya juga ataukah tidak. Memberi hadiah, bukanlah sesuatu yang buruk ataupun ditabukan. Tunjukkan ketulusan hati sobat dengan menghargai kebaikan hati mereka, yaitu pemberian hadiah agar mereka merasa dihargai. Kita pun ikut senang karena pemberian itu! 😊
Hadiah berupa anting atau perhiasan (asesoris) adalah hadiah yang paling ideal (juga indah), karena dapat dikenakan dan sebagai barang kenangan yang akan dibawa kemana pun ia berada, sebagai tanda kasih. ♪♫♬🎶
Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : rianashietra
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS