Kekuatan Dibalik LAKUKAN SAJA, THE POWER OF JUST DO IT

By SHIETRA - Maret 13, 2019

Kekuatan Lakukan Saja, Kerjakan Saja, Wujudkan SajaJumpa lagi dalam artikel inspiratorial kali ini, sobat KWANG. Sukar untuk mengungkapkan rasa kasih sayang? Tidak pernah menerima ungkapan kasih dari orang-orang terkasih dan orang-orang terdekat sobat? Bagaimana cara paling tepat untuk saling terkoneksi antar perasaan?
Manusia tidak hanya saling terjalin melalui ucapan, namun bisa berupa bahasa tubuh, perhatian, empati, kehadiran, pengorbanan, saling berbagi, saling mengenal, saling terhubung dan berhubungan dalam tukar pikiran, hingga saling berbagi kegembiraan maupun suka dan duka.
Dalam karya Kent M. Keith, berjudul DO IT ANYWAY : Panduan untuk Menemukan Makna Kehidupan dan Kebahagiaan Sejati, diterjemahkan oleh Refina Indriasari, (2009: Bhuana Ilmu Populer, Jakarta), terdapat sajak berjudul “Bagaimana pun : 10 Perintah Paradoks”, yang sangat menarik sebagai berikut:
Manusia sering bersikap tidak logis,
Tidak masuk akal,
Dan mementingkan diri sendiri.
Bagaimana pun sayangi mereka.
-----
Bila Anda melakukan kebaikan,
Orang akan menuduh Anda memiliki motif tersembunyi yang mementingkan diri sendiri.
Bagaimana pun lakukan kebaikan itu.
-----
Jika Anda sukses,
Anda akan mengundang sahabat-sahabat palsu dan musuh-musuh yang sebenarnya.
Bagaimana pun raihlah sukses itu.
-----
Kebaikan yang Anda lakukan hari ini,
Akan dilupakan esok hari.
Bagaimana pun, lakukan kebaikan itu.
-----
Kejujuran dan keterbukaan,
Membuat Anda rentan.
Bagaimana pun, jujur dan terbukalah.
-----
Pria dan wanita paling hebat dengan gagasan yang paling besar,
Dapat dijatuhkan oleh pria dan wanita paling kecil dengan pikiran yang paling kecil.
Bagaimana pun, berpikir besarlah.
-----
Orang bersimpati pada pihak yang lemah,
Tetapi mengikuti pihak yang kuat.
Bagaimana pun, berjuanglah bagi pihak yang lemah.
-----
Apa yang Anda bangun selama bertahun-tahun,
Dapat hancur dalam semalam.
Bagaiamana pun, bangunlah.
-----
Sesungguhnya manusia membutuhkan pertolongan,
Tetapi mereka mungkin akan menyerang Anda jika Anda menolong mereka.
Bagaimana pun, tolong lah mereka.
-----
Berikan yang terbaik pada dunia,
Dan Anda akan kecewa.
Bagaimana pun, berikan yang terbaik pada dunia.
Bukankah paradoks-paradoks demikian sering kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari? Kent M. Keith kemudian menjelaskan apa itu “paradoks” dan mengapa disebut sebagai “paradoks”, dengan penjabaran sebagai berikut:
Apa itu paradoks?
Paradoks adalah sesuatu yang tampaknya bertentangan atau tidak sesuai dengan akal sehat, tetapi benar.
Apa paradoks dari 10 Perintah Paradoks?
Paradoks dari 10 Perintah Paradoks adalah bahwa ketika dunia di sekitar Anda tidak berjalan dengan baik, Anda masih dapat menemukan makna kehidupan dan kebahagiaan yang dalam. Anda dapat menemukannya saat menghadapi situasi yang paling buruk dengan berusaha sebaik mungkin. Memang tampaknya bertentangan, tetapi itu benar.
Mengapa hal itu benar?
Hal itu benar karena makna kehidupan dan kebahagiaan yang dalam tidak tergantung pada faktor eksternal yang tidak dapat Anda kendalikan, melainkan tergantung pada kehidupan internal Anda—bagian dari hidup Anda yang dapat Anda kendalikan.
Berikan yang terbaik pada dunia, dan Anda akan kecewa. Bagaimana pun, berikanlah yang terbaik pada dunia.
Tetapi sekarang, meskipun semua Perintah Paradoks itu penting bagi saya, perintah favorit saya adalah yang pertama: Manusia sering tidak logis, tidak masuk akal, dan mementingkan diri sendrii. Bagaimana pun, sayangi mereka.
Isi perintah ini adalah tentang melihat kebaikan di luar kesalahan atau kekurangan individu. Perintah ini menyangkut hubungan antara kebaikan dan membangun hubungan. Perintah ini mengenai menyayangi sesama meskipun mereka tidak menyenangkan.
Saya harus mengakui bahwa ketika saya menulis perintah ini di usia 19 tahun, saya berpendapat bahwa orang lain bersikap tidak logis, tidak masuk akal, dan hanya mementingkan dirinya sendiri.
Saya sangat terkejur ketika (saat kini ketika menjelang dewasa) mendapati diri saya juga bersikap demikian. Saya bersyukur karena orang lain tetap menyayangi saya meskipun saya bersikap tidak logis, tidak masuk akal, dan mementingkan diri sendiri. Saya juga ingin tetap menyayangi mereka seperti mereka mengasihi kita.
Singkatnya, jika Anda mengikuti 10 Perintah Paradoks, Anda tidak akan membiarkan alasan apa pun mencegah Anda menemukan makna kehidupan dan kebahagiaan yang dalam, Anda akan melakukan apa saja yang berarti.
Apa saja alasan saya sehingga saya tidak menemukan makna kehidupan?
1. Alasan-alasan apa yang paling sering saya gunakan dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa?
2. Bagaimana perasaan saya ketika saya mengucapkan alasan-alasan tersebut? Mengapa?
3. Apa alasan saya yang sebenarnya sehingga tidak melakukan hal-hal yang dapat memberi saya makna kehidupan dan kebahagiaan yang dalam?
4. Bagaimana caranya agar saya berhenti mencari-cari alasan?
Melepaskan Diri dari Masa Lalu
Saya telah bertemu dan mendengar banyak kisah dari para penasehat dan terapis yang memiliki klien dengan masa lalu yang buruk. Beberapa di antara mereka tumbuh besar dalam kemiskinan. Ada yang mengalami perlakuan yang buruk ketika masih kanak-kanak. Ada yang memiliki konflik yang tak terselesaikan yang tampaknya melumpuhkan mereka.
Yang lain mendapat “perlakuan buruk” dari teman, pasangan, atau atasan. Ada yang kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang. Ada yang melakukan tindak kejahatan.
Para penasehat dan terapis itu mengatakan bahwa 10 Perintah Paradoks sering diterapkan oleh orang-orang yang berusaha melepaskan diri dari masa lalu yang sulit. Penny Patton, co-director dari Center for Therapeutic Justice menceritakan pengalamannya:
Praktik paradoks dalam “model pembelajaran sosial” di Lembaga Pemasyarakatan (Correctional Community Recovery) menawarkan kesempatan langsung bagi para pesertanya untuk melihat satu penyelesaian. Ini merupakan intervensi yang sempurna bagi orang-orang yang mengalami “keadaan darurat spiritual” atau kilasan akan sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. dalam pekerjaan saya di penjara, 10 Perintah Paradoks “sesuai” karena menawarkan arah-arah yang khusus dan pro-sosial untuk melakukan sesuatu sekarang, saat ini, yang akan meningkatkan pergeseran budaya dan lingkungan yang mengedepankan kesehatan individu dan lingkungan.
Dave Coleman, profesor di satu universitas mengatakan:
Kekuatan 10 Perintah Paradoks ada dalam paradoksnya: Anda hanya akan dapat melepaskan diri dari masa lalu yang buruk jika Anda menyadarinya. Perintah tersebut dimulai dengan kenyataan pahit yang menantang komitmen keseharian kita terhadap orang lain. Namun kita melewati kenyataan pahit itu dan menuju pada kehidupan yang lebih baru, kehidupan yang positif dan tidak terikat dengan apa yang terjadi di masa lalu.
Sepuluh perintah tersebut tidak melupakan kebenaran dari perpecahan dan konflik. Sepuluh perintah tersebut menunjukkan cara untuk menyembuhkan perpecahan dan mengatasi konflik dengan cara-cara yang sederhana tetapi tepat.
Joe Rice melepaskan diri dari kenyataan masa kecilnya yang pahit. Ia tumbuh besar dalam keluarga pekerja migran yang bekerja sebagai pemetik buah di perkebunan di California. Ayahnya adalah pria kasar yang suka memukuli anak-anaknya, terutama bila sedang mabuk.
Ketika masih kecil, Joe menyaksikan ayahnya membunuh seorang pria keturunan kulit hitam semata-mata karena warna kulitnya. Pada saat remaja, Joe bersembunyi di dalam lemari ketika ayahnya memukuli ibunya. Untuk bernapas pun ia takut, apalagi membela ibunya.
Ayahnya meninggalkan rumah dan mengatakan akan kembali untuk menghajar Joe. Joe menemukan ibunya terbaring di lantai. Joe memeluknya dan menangis.
Joe memutuskan untuk melawan. Ia menunggu sendirian di kamarnya dengan sebuah pisau jagal. Ketika ayahnya kembali, Joe membela dirinya, kemudian ia melarikan diri. Luka ayahnya hanya ringan, dan tidak menghentikannya untuk mencari Joe di kegelapan malam.
Joe bersembunyi di kebun anggur yang terletak tiga blok dari rumahnya. Ia kemudian dikirim ke suatu tempat rahasia, jauh dari keluarganya, untuk menyelesaikan dua bulan terakhir sekolahnya. Dua minggu setelah hari kelulusan, ia menumpang bus Greyhound dan memulai hidup baru di dunia yang baru.
Apa yang ditemui Joe di dunia yang baru adalah bahwa banyak orang baik yang bersedia membantu, mengajari, dan mendukungnya. Ia memutuskan untuk menjadi orang yang melakukan hal tersebut kepada orang lain.
Setelah menyelesaikan gelar sarjananya, ia menjadi sukarelawan Peace Corps, kemudian menjadi seorang pendidik yang terhormat.
Pada masa kecilnya, jelas bagi Joe bahwa manusia itu tidak logis, tidak masuk akal, dan hanya mementingkan diri sendiri. Akan tetapi Joe mendedikasikan hidupnya untuk menyayangi mereka.
Kita memang harus menyadari masa lalu, belajar darinya, kemudian melanjutkan hidup. Jika hidup kita terjebak  dalam masa lalu, kita harus membebaskan diri.
Memang tidak mudah. Kita mungkin memerlukan bantuan, dan itu butuh waktu. Namun saat sedang berjuang pun, perlu diingat bahwa makna kehidupan dan kebahagiaan yang sejati juga dapat menjadi milik kita.
Kita dapat membebaskan diri. Kita dapat memulai hidup yang baru. Kita hanya perlu melakukannya saja.
Masa Sekarang yang Sulit
Banyak di antara kita berjuang menghadapi masa sekarang. Kadang-kadang, masa sekarang terasa sulit karena lingkungan tempat kita hidup. Meskipun demikian, kita dapat menemukan makna hidup yang sebenarnya, dengan menyayangi dan menolong orang lain.
Saya tumbuh besar pada masa Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Uni Soviet adalah negara komunis totaliter dan musuh terbesar Amerika. Yang menyedihkan, selama Perang Dingin itu, orang-orang Soviet sendiri sangat menderita.
Mereka hidup dalam kekuasaan militer dan tidak memiliki kebebasan. Mereka menjalani standar kehidupan yang rendah dengan makanan dan pakaian yang minim serta pemukiman yang buruk. Kehidupan sehari-hari mereka merupakan suatu perjuangan.
Pada musim panas tahun 1972, saat saya berusia 24 tahun, saya melintasi Uni Soviet dalam perjalanan dari Inggris ke Jepang. Ketika itu saya telah tinggal di Inggris selama dua tahun sebagai mahasiswa, dan sedang dalam perjalanan ke Jepang untuk belajar selama dua tahun.
Yang mengejutkan saya ketika dua minggu berada di Uni Soviet adalah begitu banyak orang yang tampak sangat kelelahan. Mereka tidak bersemangat, seakan-akan hanya bergerak mengikuti arus. Saya melihat semangat yang lemah, sedikit kebahagiaan, dan harapan yang kecil. Tekanan politik dan depresi ekonomi telah melewati batas.
Namun dalam perjalanan itu, saya ditolong oleh seorang pria Rusia yang tidak saya kenal dan tidak akan pernah saya temui lagi. Saya tidak pernah tahu namanya. Namun ia telah menyelamatkan hidup saya dari nasib buruk karena ia bersedia untuk melakukannya saja. Tanpa bantuannya, saya mungkin telah berakhir di penjara Soviet.
Sebelum memasuki Uni Soviet, saya melakukan apa yang harus dilakukan oleh semua wisatawan: Saya mendatangi kantor pariwisata Soviet, yang disebut Intourist, dan membayar di muka semua tiket pesawat dan kereta, kamar hotel dan makanan selama perjalanan tersebut.
Saya juga menyisihkan sejumlah uang untuk membeli suvenir setibanya di negara tersebut. Saya tidak punya banyak uang—uang yang saya miliki hanya sebanyak anggaran pelajar pada umumnya. Saya harus menghitung setiap keping uang saya.
Saat tiba di Uni Soviet, Intourist memberitahu saya bahwa telah terjadi kesalahan dan saya masih punya utang. Orang-orang Soviet ini sangat rakus dengan mata uang asing, dan saya yakin mereka akan mengatakan atau melakukan apa pun untuk mendapatkan lebih banyak.
Setelah seminggu di Leningrad dan seminggu di Moscow, mata uang asing saya habis, yang tersisa hanya 25 rubel. Satu rubel setara dengan 25 sen di pasar gelap, tetapi pemerintah menjualnya $1,25. Meskipun uang saya tinggal sedikit, saya tidak khawatir. Karena saya telah membayar biaya transportasi, kamar hotel, dan makanan saya.
Namun, ketika saya tiba di bandara Moscow untuk terbang ke timur ke Irkustk, saya diberitahu bahwa berat koper saya melebihi batas yang diizinkan dan saya harus membayar 26 rubel (US$ 32,50) lebih banyak dari yang saya bayar sebelumnya. Saya tidak punya 26 rubel, uang saya hanya tinggal 25 rubel, dan pesawat akan segera berangkat.
Jika saya tidak naik pesawat itu, sisa perjalanan saya akan hilang, karena saya akan melewatkan seluruh penerbangan lanjutan serta biaya perjalanan dan makanan yang telah saya bayar akan hangus.
Saya sangat marah, terutama karena kantor Intourist London secara khusus telah memberitahu saya bahwa tidak akan ada biaya bagasi tambahan.
Selama Perang Dingin, banyak tersebar berita tentang orang Amerika yang diseret keluar pesawat atau diciduk dari kamar hotel dan tidak pernah terdengar lagi kabar beritanya.
Wisatawan lain mengatakan bahwa orang Amerika dipenjara dan tidak diizinkan untuk menghubungi kedutaan Amerika. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Yang saya tahu saya hanya punya satu atau dua menit untuk menyelesaikan masalah itu.
Saya memberitahu orang yang ada di belakang meja bahwa saya hanya memiliki 25 rubel. Ia tetap menagih. Saya membuka tas ransel dan mulai menyortir barang-barang yang bisa dibuang untuk meringankan koper itu. Saya membawa banyak barang karena saya tahu barang-barang saya yang lain baru akan menyusul ke Jepang beberapa bulan lagi.
Saya mulai mengeluarkan barang-barang dari koper. Tiba-tiba, saya merasakan tepukan di bahu, lalu saya menoleh. Sepertinya orang itu adalah pilot pesawat Rusia, pria muda berusia sekitar 30-an mengenakan seragam biru Aeroflot. Ia menyerahkan satu rubel.
Saya tidak ingat apakah ia mengucapkan sesuatu. Saya rasa ia tidak bisa berbahasa Inggris. Ia hanya menyerahkan satu rubel pada saya.
Saya sangat berterima kasih kepadanya dan segera memasukkan kembali barang-barang saya, bergegas menuju meja dan berlari di landasan menuju pesawat. Saya adalah orang terakhir yang naik ke pesawat—pesawat lepas landas satu menit kemudian.
Saat kami lepas landas, saya berkata dalam hati sekarang saya tahu bagaimana rasanya bertemu dengan malaikat. Ia bahkan memiliki sayap perak kecil di bahunya.
Pilot Rusia itu tidak memperoleh keuntungan apa-apa dengan membantu saya. Tidak ada yang dapat saya lakukan untuk membalasnya. Ia tahu ia tidak akan pernah melihat saya lagi.
Ironisnya, kedua pemerintah kami adalah “musuh” sehingga membantu saya mungkin akan membahayakan kariernya. Ia memiliki alasan bahwa KGB, polisi rahasia Soviet tengah mengawasi dan merekan tindakannya. Namun ia mengikuti 10 Perintah Paradoks—dan tetap melakukan kebaikan.
Tak perduli bertapa sulitnya kehidupan kita saat ini, kita masih dapat menyayangi sesama, menolong orang, dan melakukan kebaikan.
Seperti halnya pilot Rusia itu, kita masih dapat menemukan makna kehidupan. Kesempatan-kesempatan untuk melakukan hal tersebut ada di sekitar kita.
Kesempatan makna kehidupan apa yang ada di depan saya, siap untuk diambil?
Keluarga Saya.
Dapatkah saya menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangan dan anak-anak saya?
Apakah saya cukup sering mengatakan bahwa saya menyayangi mereka?
Apakah saya mendukung anak-anak saya dalam pekerjaan rumah, hobi, atau olahraga mereka?
Apakah saya tahu kalau pasangan saya memiliki waktu senggang untuk melakukan hobi dan minatnya atau waktu untuk sekadar bersantai?
Apakah saya tahu kalau saya dan pasangan memiliki waktu bersama yang berkualitas secara berkala?
Kerabat saya.
Apakah saya membantu orang tua saya?
Apakah saya membantu saudara-saudara saya?
Apakah saya bersikap sebagai panutan bagi keponakan-keponakan saya?
Apakah saya adalah teman bagi sepupu-sepupu saya?
Apakah paman dan bibi saya memiliki pengaruh besar terhadap saya ketika saya masih muda, sudahkan saya memberitahu mereka mengenai itu dan berterima kasih pada mereka?
Apakah ada kerabat saya yang sudah tua dan sendirian sekarang? Apakah saya sudah mengunjungi mereka dan membawakan foto-foto lama untuk bernostalgia?
Teman-teman saya.
Apakah saya bersedia untuk mendengarkan ketika teman-teman saya berbagi kebahagiaan dan kesedihan mereka?
Apakah saya ada ketika teman-teman saya mengisahkan masalah atau ketika merayakan sesuatu?
Apakah saya membantu mereka secara berkala?
Tetangga saya.
Apakah saya menyapa tetangga saya?
Apakah saya mengundang tetangga saya untuk makan siang atau barbekyu?
Apakah saya secara diam-diam membantu tetangga saya?
Rekanan kerja saya.
Apakah saya mengarahkan para karyawan baru?
Apakah saya menyemangati mereka untuk bekerja setiap hari?
Apakah saya membantu menyelesaikan pekerjaan tanpa mengkhawatrikan akan mendapat penghargaan atau tidak?
Tempat ibadah saya.
Apakah saya mencari pertumbuhan spiritual?
Apakah saya benar-benar memahami dan mempraktikkan arti spiritual atau sekadar menghafalnya dan menyebutnya saja?
Meskipun orang lain bersikap tak logis, menyebalkan, mementingkan diri sendiri, sayangilah mereka. Berikan mereka hadiah-hadiah kecil sebagai wujud kasih sayang kamu kepada si terkasih.
Tidak harus hadiah yang mahal, namun hadiah yang menyentuh perasaan setiap gadis dan wanita manapun: anting dan asesoris perhiasan emas / intan imitasi impor yang cantik! 😊
Memberi perhatian melalui hadiah ulang tahun berupa anting, bukanlah sesuatu yang sukar untuk dilakukan. Berikanlah orang-orang terdekat Anda hadiah-hadiah spesial dengan harga yang terjangkau, namun dapat digunakan oleh mereka di keseharian—sebagai simbol perhatian sobat kepada mereka.
Tidak sekadar menyatakan cinta atau sayang, namun tunjukkan dengan hadiah-hadiah kecil namun berkesan.
Semua orang bisa mengatakan sayang atau cinta, tapi tak semua orang bisa mengungkapkan wujud nyata kasih sayang tersebut. Padahal sesungguhnya sangatlah sederhana, bukankah begitu? Semudah memesan asesoris dari KWANG EARRINGS, dan hadiah penuh kesan pun akan kami kirimkan bagi si terkasih. Kejutan..!!! 😊
Rayakan momen-momen kebersamaan mu dengan kenangan-kenangan indah, benda-benda berisi kenangan, dan ungkapan tulus berupa pemberian yang sederhana namun berguna untuk dikenakan di keseharian.
Tunggu apa lagi, lakukan sekarang juga! Pesan dan hadiahkan sekarang juga! Ia akan terus mengenang diri mu selama ia mengenakan asesoris pemberian mu, kemana dan dimana pun ia berada.
Kekuatan dari Lakukan Saja, Kerjakan Saja, Wujudkan Saja. Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : rianashietra
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS