Indahnya Berkata jujur dan Seni Berbicara Jujur

By SHIETRA - April 04, 2019

Indahnya Berkata jujur dan Seni Berbicara Jujur
Siapa yang tidak pernah mendengar atau membaca dan membacakan kisah Pinokio, dongeng legendaris yang sepertinya sudah tidak asing di telinga anak-anak dan adik-adik kita. Setelah beranjak dewasa, kisah dongeng terkenal Pinokio dan hidung panjangnya itu masih juga teringat oleh kita. πŸ˜„
Tapi tunggu dulu, tidak banyak yang mengetahui bahwa cerita dalam dongeng Pinokio tidaklah bagus untuk diceritkan kepada anak, cucu, maupun bagi adik-adik kecil kita. Loh, kenapa bisa begitu ya? Dalam tulisan singkat ini, KWANG akan menguraikan resiko dibalik pesan “kurang bermoril” kisah Pinokio. Yuk kita simak bareng-bareng. πŸ˜
Sebagaimana cerita dalam dongeng Pinokio, pada mulanya Pinokio, yang dibentuk dari batangan kayu oleh orangtua angkatnya, mencoba-coba untuk berbohong atau berkata dusta. Lama kelamaan, jadi keenakan untuk selalu berbohong, yang lama-kelamaan jadi kebiasaan deh. πŸ˜‚
Ibu peri kemudian menangkap basah kebiasaan berbohong Pinokio, dan dengan kesaktiannya membuat hidung Pinokio menjadi memanjang setiap kali Pinokio melakukan kebohongan atau berkata bohong. Hidung Pinokio menjadi semakin panjang, dan lebih panjang lagi ketika Pinokio berbohong dan berbohong. πŸ˜…
Lucunya, sekalipun Pinokio sudah diberitahu dan diberi peringatan oleh Ibu Peri, bahwa hidungnya Pinokio akan menjadi panjang ketika ia melakukan kebohongan ataupun berkata bohong, tetap saja si Pinokio dengan badungnya terus berkata bohong, dan sekalipun hidungnya sudah sedemikian panjang, Pinokio masih saja berbohong. πŸ˜‡
Sampai disitu, tampaknya tidak ada masalah dengan pesan moril dibalik dongeng Pinokio dan hidung panjangnya, padahal banyak juga orang-orang yang ingin memiliki hidung mancung sehingga melakukan “bedah kosmetik”. Bahkan, konon, setiap gadis di Korea Selatan memiliki impian untuk melakukan “bedah kosmetik”, sekalipun wajah mereka sebenarnya sudah cantik dan hidung mereka tidak “pesek-pesek” amat. πŸ˜ˆ
Akan menjadi cukup berbahaya, ketika anak-anak yang dulu pernah diceritakan kisah Pinokio, mulai beranjak dewasa. Mereka menemukan, bahwa diri dan hidung mereka tidak bertambah panjang ketika mereka (dimulai) dengan iseng-iseng melakukan kebohongan atau berkata bohong. πŸ˜‰
Karena tidak ada hukuman, karena mereka pandai melakukan kebohongan sehingga tidak diketahui oleh orangtuanya ataupun oleh orang lain, maka mereka mulai melakukan eksperimen dengan berbohong lebih banyak lagi, sampai akhirnya menjadi suatu kebiasaan atau “habits”. Ketika sudah menjadi kebiasaan, maka perilaku tersebut melekat sebagai bagian dari karakternya.
Bahkan, mereka merasa berbohong demikian menguntungkan baginya, alih-alih menderita rugi seperti hidung yang panjang. Kita tahu, manusia gemar “menipu dirinya sendiri”, dengan berkata bahwa hidung mereka tidak bertambah panjang ketika melakukan kebohongan, berarti perbuatan mereka tersebut “tidak salah-salah amat”, sehingga boleh tetap diteruskan. Teruskan berbohong, kata mereka dalam hati.
Sama seperti ketika seseorang melakukan korupsi, sekali dua kali tidak ketahuan polisi, lalu jadilah sebentuk kebiasaan atau pola pikir dan tindak-tanduk yang senantiasa korup. Karena tidak tertangkap ataupun juga hidungnya tidak bertambah mancung, para koruptor tersebut berpikir bahwa perilaku mereka tidak ada yang salah, “semua baik-baik dan fine-fine saja”, begitu pikir mereka (berasumsi).
Ajahn Brahm pernah memberi nasehat kepada kita, entah itu “white lie” (kebohongan “putih”) ataupun “black lie” (kebohongan “hitam”), adalah sama-sama sebentuk sikap bohong yang patut dicela oleh para bijaksana. Pertama-tama dimulai dari suatu “white lie”, lalu berlanjut pada “grey lie”, dan lama-kelamaan akan menjelma juga menjadi “black lie” juga. Hanya soal waktu.
Jika masih ada di antara kita yang masih berpikir bahwa kita butuh sosok seperti si Ibu Peri, maka sebaiknya kita renungkan kembali, dan mulai berpikir bahwa diri kita yang seharusnya menjadi pengawas perilaku sendiri, sehingga sekalipun tidak diawasi dan tiadk diketahui oleh orang lain, kita akan merasa malu dan takut untuk berkata bohong, sehingga kita akan menegur diri kita ketika hendak berkata bohong.
Kebohongan itu seperti “candu”, ia membuat seseorang merasa ketagihan untuk kembali berkata bohong, dengan berpikir bahwa kebohongan bisa “menyelesaikan masalah”, tanpa mau mengakui bahwa ucapannya penuh dengan ketidakjujuran dan dusta yang dapat dicela oleh para bijaksana.
Ada atau tidak adanya Ibu Peri yang bisa membuat keajaiban membuat hidung seorang pembohong menjadi panjang seperti Pinokio, semestinya kita dapat menjadi Ibu Peri bagi diri kita sendiri, agar perilaku kita tidak merugikan orang lain, terlebih membohongi dan membodohi orang lain maupun orang-orang terdekat kita sendiri yang seharusnya diperlakukan secara penuh kejujuran dan keterbukaan, manis ataupun pahit konsekuensinya. Sementara bagi anak-anak kita, harus diajarkan untuk berani berkata jujur.
Kita selalu menuntut agar orang lain berkata jujur pada kita, tidak diberi kata-kata bohong, karena tentunya kita akan merasa dilecehkan dan tidak dihargai bila seseorang berkata dusta kepada kita. kita mersa punya hak untuk diberitahu kebenaran secara apa adanya, sejujur-jujurnya, namun mengapa kemudian kita sendiri melakukan perkataan dusta kepada orang lain, seolah hanya kita sendiri yang punya hak untuk diperlakukan secara jujur?
Tentu saja, bila Ibu Peri itu memang ada, bisa membuat orang yang sedang berbohong menjadi panjang dan lebih panjang lagi hidungnya, maka mungkin dunia ini menjadi tempat yang demikian damai dan bahagia. Tidak ada lagi orang yang berbohong atau berkata dusta. Dunia akan penuh dengan kejujuran!
Tetapi kita tidak perlu Ibu Peri semacam kisah Pinokio. Pertama-tama, kita biasakan agar diri kita untuk bersikap jujur terhadap diri kita sendiri, tidak boleh membohongi ataupun mengingkari kata hati nurani kita sendiri.
Berangkat dari sikap jujur pada diri kita sendiri, barulah kita bisa berkata jujur pada orang lain. Tidaklah mungkin bukan, kita bisa bersikap jujur dan terbuka kepada orang lain, sementara kita sendiri terbiasa membohongi dan menipu diri sendiri. Apa yang bisa kita dapatkan dengan bersikap jujur? Kita akan lebih dihormati oleh diri kita sendiri karena kita tahu betul bahwa diri kita adalah orang jujur, diakui ataupun tidak diakui oleh orang lain. Bukankah itu hebar?
Jujurlah pada diri kita sendiri, bila untuk tampil cantik tidak harus memakai anting emas / intan yang mahal harganya, cukup anting emas / intan imitasi impor yang cantik, kita bisa tampil tidak kalah manisnya! πŸ˜Œ
Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk. Tidak ada minimum pembelian jumlah item, namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta):
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : rianashietra
- WhatsApp : +62 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk wanita yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS

Ingin Berwisata ke Thailand TANPA Agen Tour Bersama Keluarga Anda?

Ingin Berwisata ke Thailand TANPA Agen Tour Bersama Keluarga Anda?
Disediakan Jasa TOUR GUIDE Freelance Thailand (Menguasai 4 bahasa). Klik Gambar untuk Detail Layanan Tour Leader Riana