Suara Hewan Ternyata Memiliki Arti

By SHIETRA - Februari 03, 2019

Suara Hewan Ternyata Memiliki Arti
Bahasa merupakan alat komunikasi dan menyampaikan gagasan, sekaligus ilmu pengetahuan paling tertua dalam sejarah peradaban umat manusia. Ada bahasa tubuh, bahasa lisan / oral, bahasa tulisan, bahasa isyarat untuk tunarungu, bahasa terenskripsi (seperti morse / sandi), serta bahasa simbol (semiotika). Semakin tinggi peradaban, bahasanya menjadi demikian kompleks dan terdiferensiasi. 🙈🙉🙊
Di era digital ini, bahkan dikenal pula apa yang disebut dengan “bahasa mesin” (Artificial Intelligence yang dapat mengenali, menjawab, dan berbicara dalam bahasa manusia) dan “bahasa emoticon”, hingga juga bahasa yang hanya dapat dikenali diantara kalangan koruptor seperti “apel malang”, yang mana sama sekali tiada kaitannya dengan apel dari malang.
Para ilmuan telah merambah lebih jauh ke dalam apa yang disebut dengan bahasa kode genetik, yang bersifat seperti kode biner bahasa komputer, karena tersusun dari rangkaian kode yang memiliki suatu makna bila dapat kita terjemahkan. Genom project, sebagaimana namanya, telah berhasil dipetakan pada akhir abad ke-20, dan terkuak banyak cerita tentang sejarah umat manusia, suatu dokumentasi tentang awal terciptanya manusia hingga apa yang membuat manusia berevolusi dan beradabtasi.
Tetap, yang paling sukar ditafsirkan ialah bahasa kalangan birokrat dan politikus, karena bisa jadi meski mereka saling tertawa dan bersenda-gurau, namun dibalik layar mereka saling menikam satu sama lain.
Namun, apakah bahasa menjadi monopoli ras yang bernama “homo sapiens”? Bagaimana dengan sapi, kerbau, dan hewan lainnya yang juga dapat membuat bunyi-bunyian dan suara? Apakah bunyi suara seekor sapi yang melenguh, benar-benar tanpa suatu makna seperti seekor ayam yang berkotek di pagi hari?
Ternyata, menurut penelitian para pakar hewan, hewan pun mampu berkomunikasi, meski dengan ragam yang sederhana dan terbatas, tidak sekompleks bahasa manusia. Sejauh mana?
Di Jepang, sekawanan burung gagak tampaknya menjadi “musuh” bersama dari warga Jepang. Betapa tidak, tempat penampungan sampah mereka kerap disambangi oleh kawanan gagak yang merusak plastik pembungkus sampah mereka, sehingga sampah menjadi berceceran dan mengotori tempat itu.
Peneliti burung gagak menemukan, ada setidaknya 20 ragam intonasi suara burung gagak, yang masing-masing variasi suara gagak itu memiliki makna yang saling berbeda. Tampaknya naluri genetik turunan / warisan mereka yang melahirkan ragam intonasi demikian, dan dapat dikenali oleh seluruh ras bersangkutan.
Peneliti tersebut kemudian menemukan satu ragam intonasi suara burung gagak yang bila diterjemahkan, kurang lebih artinya sebagai: Awas, ada bahaya, segera pergi dan kabur!
Suara gagak dengan intonasi itu, kemudian direkam dan diputar berulang-ulang dengan kaset dan pengeras suara, disertai sensor yang mampu memindai dan aktif ketika ada burung gagak yang datang, kemudian secara otomatis memperbunyikan rekaman suara gagak yang berisi ancaman itu: Awas, ada bahaya, segera pergi dan kabur!... dengan bahasa suara gagak tentu saja!
Uji coba tersebut membuahkan hasil, alhasil gagak-gagak itu kabur segera setelah diperdengarkan rekaman suara burung gagak dari speaker pengeras suara, dan pembuktian bahwa suara hewan pun memiliki makna, adalah sebuah kebenaran yang tidak dipungkiri lagi oleh banyak pakar hewan.
Di Thailand, banyak biksu yang memiliki kesaktian sehingga mampu mengenali maksud hati hewan-hewan yang mengeluarkan bunyi dan suara. Semisal kawanan monyet yang berisik dan saling menimpali satu sama lainnya, ternyata juga memiliki makna, bukan hanya sekadar celotehan bawel tanpa arti.
Kawanan monyet memiliki monyet pemimpin mereka. Ketika mereka baru tiba di satu tempat, monyet-monyet itu berceloteh dengan berisiknya: Di situ aman tidak, ada bahaya tidak, bisa lewat tidak? (Dengan bahasa monyet tentunya.)
Ketika si monyet pemimpin yang menjadi pemandu rombongan kawanannya, telah melihat keadaan, lantas ia memberi sinyal lewat bahasa monyet kepada kawan-kawannya bahwa mereka dapat maju terus dan mencari makanan di tempat itu. Boleh lewat, boleh lewat, di sini aman, di sini aman, kawan-kawan. Begitu kata si monyet pemimpin, masih dengan bahasa monyetnya.
Ada sebuah sumber yang mengakui bahwa hewan memiliki kamampuan berkomunikasi, namun menurut sumber tersebut, bahasa para satwa adalah tanpa disertai kemampuan tata bahasa (grammar). Betulkah tata bahasa menjadi hak monopoli “homo sapiens”?
Ternyata tidak juga. Kehormatan untuk memiliki kemampuan bertata bahasa ternyata juga disematkan kepada para penghuni lainnya dari Kingdom Animalia, hewan. Setelah melalui pencarian sederhana, ternyata dugaan tersebut diperkuat oleh sebuah tulisan berjudul “Inilah Sepuluh Hewan yang Memiliki Kemampuan Komunikasi Mumpuni”, oleh Akhyari Hananto dan Ridzki R. Sigit, 18 January 2015, disalin pada tanggal 15 April 2019 dari https://www.mongabay.co.id/2015/01/18/inilah-sepuluh-hewan-yang-memiliki-kemampuan-komunikasi-mumpuni/
Bahwa hewan dapat berkomunikasi diantara jenisnya, merupakan suatu yang telah lama diketahui oleh para saintis. Ilmu tentang komunikasi hewan (zoosemiotik) pun telah berkembang secara cepat dewasa ini.
Ilmu ini mempelajari bahwa komunikasi diantara spesies hewan sejenis tidak saja dapat dilakukan melalui suara, tetapi dapat dilakukan secara visual seperti gerak isyarat, ekspresi wajah, tatapan mata dan penciuman. Bahkan spesies tertentu yang hidup di air dapat melakukan komunikasi melalui sinyal dan getaran frekuensi tertentu.
Komunikasi hewan sendiri berhubungan dengan berbagai faktor seperti emosi dan perilaku. Ciri-ciri khusus tersebut telah dikembangkan oleh beberapa spesies untuk membangun cara mereka melakukan komunikasi diantara kelompoknya untuk memberikan informasi, merespon sesuatu yang datang kepadanya bahkan menarik perhatian lawan jenis.
Pertanyaannya, apakah hewan bisa berkomunikasi seperti manusia? Seperti yang dirilis dalam Discovery News, berikut adalah beberapa hewan yang memiliki komunikasi unik, bahkan ada yang dapat berkomunikasi layaknya manusia.
1. Panggilan Bahaya Lewat Susunan Kalimat oleh Monyet Titi.
Para peneliti membandingkan komunikasi dari monyet titi (Callicebus sp.), sejenis primata kecil yang hidup di Amerika Selatan dengan manusia. Seperti laporan yang diterbitkan dalam edisi terbaru Biology Letters, mencatat bahwa hewan ini mahir melakukan panggilan peringatan kepada kelompoknya, untuk memberitahukan jika terdapat ancaman dari jenis predator seperti Caracara (sejenis burung pemangsa) atau Oncilla (pemburu mamalia).
Panggilan tersebut ternyata memberikan kode kepada anggota kelompok di mana predator berada, apakah sedang terbang di udara, atau sedang  menguntit di atas tanah.
Panggilan peringatan tersebut dikirimkan dalam urutan yang teratur, mirip dengan bagaimana manusia menyusun kalimat.
Penulis utama dari University of St. Andrews, Cristiane Casar dan rekan-rekannya menyatakan “inilah hewan pertama yang teridentifikasi mampu mengurutkan sebuah sistem panggilan seperti sebuah kalimat, yang memiliki kapasitas untuk mengkodekan baik lokasi maupun jenis ancaman dari predator.”
2. Sonar dan Suara Peluit Lumba-Lumba.
Lumba-lumba adalah salah satu hewan yang paling cerdas di planet bumi. Sebagai mamalia yang hidup di laut, lumba-lumba mengembangkan cara komunikasi dan penerimaan rangsang yang canggih, melalui sistem sonar. Sistem ini pun menghindarkan lumba-lumba dari benturan benda-benda yang ada di depannya. Banyak orang-orang tunanetra mengembangkan keahlian serupa sistem sonar milik lumba-lumba.
Menurut Stephanie King, dari unit penelitian mamalia laut University of St. Andrew, lumba-lumba mampu berkomunikasi kepada teman-temannya saat mereka merasa kesepian. Demikian pula mereka mampu mengidentifikan dirinya dengan sebutan tertentu untuk menginformasikan jenis kelamin, usia, status kawin dan kesehatan mereka. Lumba-lumba juga mampu menirukan bunyi seperti peluit saat mereka ingin bergabung dengan kawanannya.
3. Bahasa Isyarat dari Gorilla.
Gorilla mampu mengembangkan komunikasi yang rinci. Gorilla di alam liar memiliki cara berkomunikasi yang rinci baik melalui panggilan, gerak tubuh, tepuk tangan, dan masih banyak lagi. Sedang gorilla yang hidup di penangkaran dapat dilatih untuk berinteraksi dengan manusia dengan menggunakan bahasa isyarat.
Seekor individu gorilla bernama Koko, menurut The Gorilla Foundation dilaporkan memiliki kemampuan menguasai lebih dari 1.000 kosa-kata bahasa isyarat, yang ia gunakan untuk menyatakan sesuatu yang kadang kompleks atau mengajukan pertanyaan.
Sebagian besar tanda-isyarat ini adalah standar dalam American Sign Language (ASL) yang diajarkan kepadanya, namun ada juga yang gerakan alami (intrinsik gorilla), ada pula yang diciptakan sendiri (tanpa diajari) dan beberapa tanda-tanda ASL yang sedikit dimodifikasi oleh Koko untuk membentuk apa yang kemudian di sebut Gorilla Sign Language (GSL).
4. Gajah yang Mampu Menirukan Suara Manusia.
Dalam sebuah penelitian observasi yang dilakukan oleh Tecumseh Fitch dari University of Vienna dan rekan-rekannya, seekor gajah jantan asia bernama Koshik diketahui mampu meniru ucapan manusia.  Fitch mengatakan bahwa kosakata Koshik sejauh terdiri dari lima kata: Annyong (halo), Anja (duduk), Aniya (tidak ada), Nuo (berbaring), dan Choah (baik).
”Beberapa kata-kata tersebut adalah kata perintah ia pelajari saat ia diperintah oleh manusia, seperti ‘berbaring’ dan ‘duduk’, atau diberikan sebagai umpan balik, dan kami percaya bahwa ia memahami arti dari kata-kata tersebut,” jelas Fitch.
Gajah sendiri dikenal dapat berkomunikasi diantara anggota kelompoknya melalui suara seperti terompet. Dalam komunikasi gerak gajah juga berkomunikasi diantara anggota kelompok dengan saling melilitkan dan menyentuhkan belalainya.
Para peneliti percaya, bahwa gajah pun mengeluarkan suara berfrekuensi rendah mirip geraman untuk memberitahukan anggota kelompok junior jika terdapat bahaya pemangsa.
5. Komunikasi Simpanse yang Sangat Mirip Manusia.
Simpanse mengembangkan komunikasi yang kompleks. Simpanse adalah hewan yang DNA-nya paling mirip dengan manusia. Dengan kemiripan ini, para peneliti mampu mengungkap bahwa komunikasi yang digunakan oleh simpanse berkembang menjadi kompleks.
Cara komunikasi simpanse adalah campuran dari berbagai gerakan, vokalisasi dan bahkan bahasa isyarat, yang semuanya digunakan untuk menyatakan sesuatu kepada simpanse lain.
Gerak tubuh adalah gerakan isyarat yang berurutan, mirip dengan panggilan alarm monyet titi, mirip dengan struktur kalimat dalam bahasa yang dipakai manusia.
Mary Lee Abshire Jensvold, dari Chimpanzee and Human Communication Institute mengatakan bahwa banyak gerakan isyarat yang sering kita lihat pada simpanse, seperti menampar, menggelitik, mencolek, menendang, dan lain lain, mirip sekali dengan cara manusia bermain.
6. Burung Nuri yang Mampu Menangkap Arti Kata-Kata Manusia.
Selain pintar meniru suara manusia, jenis-jenis burung paruh bengkok mampu mengerti makna kata-kata. Jenis-jenis burung paruh bengkok ternyata tidak hanya mampu menirukan suara manusia, tetapi ternyata mampu mengembangkan sistem komunikasinya.
Jonathan Balcombe, seorang ilmuwan riset senior dari Physicians Committee for Responsible Medicine, menyebutkan bahwa nuri yang diajari dalam observasi penelitiannya ternyata tidak hanya mampu menirukan, tetapi juga mampu memahami arti dari kata-kata tersebut. Bahkan burung yang terlatih mampu mengkomunikasikan jenis makanan favorit, atau rasa dari makanan yang dia makan.
Jenis nuri bayan (Eclectus roratus) merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok yang paling akurat dalam meniru nada bahasa dan suara manusia.
7. Bahasa Tubuh Orangutan.
Orangutan kalimantan jantan. Orangutan berkomunikasi melalui gesture dan bahasa tubuh. Orangutan ternyata mampu menggunakan bahasa tubuh dengan cukup rinci.
Anne Russon, seorang profesor Glendon College of Psychology mengatakan bahwa orangutan mampu mengembangkan bahasa tubuh dan menirukan gerakan untuk berkomunikasi dengan banyak cara.
Bahasa tubuh atau gesture yang dikembangkan oleh orangutan dipercaya oleh para ilmuwan digunakan untuk enam tujuan sosial mereka, seperti membangun relasi, bermain, meminta sesuatu, membagi sesuatu, bergerak bersama atau menghentikan gerakan.
Orangutan yang diobservasi mampu menunjukkan bahasa tubuh yang berbeda seperti “tindakan mengusir”, yang mengindikasikan orangutan tersebut ingin ditinggal sendiri dan gerakan tangan “mengarah ke mulut” yang berarti meminta makan. Masih banyak lagi gerakan-gerakan spesifik lain yang menunjukkan minat tertentu.
8. Nyanyian Paus Bungkuk.
Paus bungkuk di Alaska. Untuk berkomunikasi paus bungkuk “bernyanyi” diantara jenisnya. Para peneliti belum sepenuhnya berhasil menguraikan panggilan dan nyanyian yang dibuat oleh paus bungkuk, tapi komunikasi ini tampaknya mampu diresapi ioleh hewan ini dengan detail. Paus bungkuk diketahui memiliki vokalisasi–vokalisasi berbeda untuk kawin, makan dan kegiatan lainnya. Bahasa tubuh juga penting bagi mereka.
Luke Rendell, pengajar di University of St Andrews mempelajari perilaku paus bungkuk yang ada di lepas pantai New England, AS. Dari hasil studinya, diketahui bahwa komunikasi dan ‘transmisi kultural’ sangat penting di dalam populasi paus bungkuk.
Paus bungkuk tidak hanya belajar bernyanyi “nyanyian-nyanyian terkenal” yang dibuat oleh paus bungkuk lain, tetapi mereka juga mempelajari teknik-teknik yang memungkinkan mereka mampu mencegah pengaruh perubahan dalam rantai ekologi makanan.
9. Suara Unik pada Tiap Individu Anjing Padang Rumput.
Meskipun namanya anjing, tetapi anjing padang gurun (prairie dog, Cynomys sp.) yang hidup di Amerika Utara sebenarnya bukanlah jenis anjing yang kita kenal, tetapi merupakan jenis hewan pengerat (rodentia).
Kimberley Pollard, seorang peneliti di UCLA, dan rekannya Daniel Blumstein yang mempelajari anjing padang rumput dan spesies hewan pengerat lainnya, menyimpulkan bahwa setiap individu anjing padang rumput memiliki suara unik yang berbeda satu sama lain.
Perbedaan suara di antara hewan ini seperti perbedaan dalam suara manusia,” jelas Pollard. “Beberapa individu anjing padang rumput memiliki nada tinggi, yang lain rendah. Beberapa individu memiliki suara yang jelas, yang lain lebih serak. Individu hewan juga memiliki warna nada dan pola yang berbeda dalam setiap penekanan.”
Suara yang digunakan oleh anjing padang rumput digunakan untuk saling berkomunikasi diantara sesamanya baik untuk memanggil atau memperingati yang lain jika terdapat bahaya yang datang mengancam. Selain lewat suara, hewan ini menunjukkan komunikasi lewat sentuhan, pelukan, ciuman serta belaian.
10. Komunikasi Suara dan Sentuhan Bonobo.
Bonobo (Pan pansicus) adalah sepupu dekat simpanse yang evolusinya dipisahkan oleh aliran sungai Kongo di Afrika. Berbeda dengan simpanse yang lebih agresif, bonobo yang ukuran tubuhnya relatif lebih kecil daripada simpanse ini, hidup dalam lingkungan yang lebih bersahabat.
Bonobo seringkali terdengar berteriak tentang makanan yang mereka pikirkan, dengan seruan terdengar mirip dengan suara manusia, seperti “Yum!  dan “Ewww”.
Klaus Zuberbuhler, seorang profesor di School of Psychology di University of St Andrews mengetahuinya setelah melakukan pengujian terhadap beberapa bonobo tentang berbagai jenis makanan yang diperlihatkan. Ketika buah ara dan kismis diperlihatkan, bonobo berteriak “Yum!”, sedangkan ketika mereka diberikan paprika, mereka berteriak “Ewwws.”
Mungkin itulah asal kata “Yummy!” ketika orang-orang Barat menyatakan kesukaan pada satu jenis makanan. Mungkin juga yang menjadi pengecualian adalah burung beo, yang suka membeo tanpa tahu apa arti bunyi suara yang ditirunya. Mungkin, tapi ini masih dugaan KWANG saja, masih butuh penelitian dari para ahli hewan.
Bagaimana juga dengan kebiasaan kita yang suka menyenandungkan dan mendengar lagu-lagu dari bahasa asing yang tidak kita kenali artinya, seperti lagu-lagu Korea yang kita suka, tapi sama sekali tak tahu artinya? Bisa saja sama seperti itu, paus menyenandungkan irama suara tanpa ada artinya sama sekali, dengan tujuan menyenandung secara indah saja, siapa tahu?
Yang kemudian menarik perhatian ialah, pertanyaan sederhana introspektif, bahwa kemajuan berbahasa yang menjadi faktor kunci kemajuan peradaban manusia, atau sebaliknya, kemajuan peradaban manusia yang membuat sistem komunikasi menjadi mampu demikian kompleks? Jawabannya mungkin sama seperti pertanyaan, mana yang lebih dahulu, telur atau ayam?
Yang jelas, KWANG memiliki dugaan, faktor bahasa menjadi penanggung-jawab besar dalam dominasi manusia atas Planet Bumi ini. Ada satu film science-fiction Hollywood yang sempat populer, bertemakan kerajaan kera yang menginvasi Bumi manusia, semata karena kera-kera tersebut memiliki kemampuan berbahasa dan kompleksitas tata bahasa yang sama kompleksnya dengan bahasa manusia. 😱
Ilmu pengetahuan diturunkan oleh bahasa lisan dan tertulis yang kompleks, sehingga pengetahuan pada masa kini tersusun berkat kompleksitas tata bahasa yang berkembang dari waktu ke waktu. 😳
Jika saja para hewan memiliki kemampuan serupa dalam hal berbahasa dan alat penyampaian bahasa serta pengetahuan, mungkin saja para hewan tersebut menjadi kompetitor terbesar umat manusia dalam menguasai Planet Bumi ini. Bukan sebuah isapan jempol, bukan?
Yang meninggalkan kerabat terdekat kita, simpanse dan gorilla dengan ras manusia, ialah kemampuan manusia primitif untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, menurunkan pengetahuan pada generasi penerus, dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi lewat medium bahasa lisan dan tertulis.
Namun janganlah khawatir, hewan setidaknya masih belum memiliki syarat mutlak untuk mengalahkan hegemoni manusia, yakni bahasa tertulis, sekalipun ternyata mereka sudah memiliki kemampuan bahasa lisan secara terstruktur yang sama kompleksnya. Setidaknya untuk saat ini masih belum.
Kita tampaknya harus berterimakasih pada genetik ras manusia yang unik dalam hal kemampuan berbahasa lisan dan tertulis, yang bertanggung-jawab atas kemampuan ras kita dalam berbahasa.
Anting yang kita kenakan juga merupakan sebuah bahasa simbolik. Mengenakan anting dengan tema yang lucu dan imut, menandakan si pemakainya adalah gadis yang periang, mungil, ceria, dan juga imut-imut dong tentunya!
Anting yang tampak dewasa, membuat kesan gadis pemakainya adalah seorang intelek, dewasa, berwawasan luas, berpikiran terbuka, elegan, dan sekaligus “tidak gampangan”.
Komunikasikan suara hati dan mood kita juga bisa dengan semudah memillih niche dari anting yang kita pilih dan kenakan pada hari itu. Anting yang sederhana namun memikat, misalnya, menandakan kamu adalah seseorang yang energetik namun simpel “to the point”. Gadis yang suka hangout dan pesta tentu akan mengenakan jenis ragam anting yang bertemakan pesta pula. 😌
Komunikasikan lewat anting yang kau pakai. Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : rianashietra
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS