Office Syndrome dan Bahaya Duduk Terlalu Lama

By SHIETRA - Mei 08, 2019

Office Syndrome dan Bahaya Duduk Terlalu LamaBekerja secara monoton dengan duduk sepanjang hari di balik meja kerja, dapat membuat bosan, terlebih bila terjadi sebagai rutinitas dan “ritual” sehari-hari, maka dapat dipastikan rasa bosan dapat menurunkan daya kreativitas, terlebih bila Sobat KWANG bergerak dalam usaha jasa kreativitas (industri kreatif) yang membutuhkan “mood” yang baik, seperti penulis freelance, programmer, juru gambar, dsb. ⏰⏳
Karena produktivitas menurun, meski menghabiskan waktu dengan porsi yang sama banyak seperti sebelumnya, namun dari segi output sama sekali tidak dapat menghasilkan kualitas yang optimal. Alhasil, kita jadi mendesak diri lebih lama lagi duduk di balik meja kerja. Rasa bosan memang harus diobati segera dengan keluar dari pola kerja yang monoton. 🏢🏠🌇
Untuk mereka yang terpaksa terpaku di balik meja kerja dengan jam kerja kantoran yang kaku dan tidak se-fleksibel pekerja freelance, hal ini bisa menjadi buah simalakama, yang sukar untuk dihindari ataupun disikapi. Itulah sebabnya, terkadang menjadi pekerja freelance masih jauh lebih baik untuk kesehatan masa tua kita ketimbang menjadi pekerja kantoran, dimana kita menjadi tidak bisa mengatur jam kerja kita sendiri.
Ternyata bukan hanya itu! Pekerjaan memang menjadi sumber nafkah kita. Namun pekerjaan juga memiliki dampak tidak baik tatkala kita harus memenuhi deadline tugas dengan target tertentu.
Tidak jarang, demi memenuhi target, kita menghabiskan lebih banyak waktu di meja kantor dan mengabaikan waktu istirahat, bahkan merelakan hidup lembur sebagai ritual keseharian.
Secara bertahap, kebiasaan demikian dapat mengakibatkan kesehatan tubuh kita menurun secara perlahan, sebagai apa yang disebut “Office Syndrome”, sindroma kantor. Biasanya selagi muda kita tidak menyadari imbasnya, namun bagai menimbun penyakit di kala muda, baru kita rasakan efeknya saat menjelang paruh baya.
Duduk dalam postur tubuh yang monoton dalam durasi hingga berjam-jam, tanpa disadari telah membuat kita mengalami nyeri punggung maupun leher. Posisi tubuh yang monoton demikian, dinilai turut berkontribusi merusak postur tubuh secara struktur.
Duduk terlampau lama, juga disinyalir membuat lemak terakumulasi, pada gilirannya memicu obesitas. Perut yang buncit selain tidak sedap dipandang, juga dapat memicu beragam penyakit komplikasi lainnya.
Selain itu juga dinilai mengakibatkan organ pencernaan meradang, yang berakhir dengan penyakit wasir alias ambean. Terlebih, bila kita bekerja di ruang tertutup dengan berpendingin udara AC (air conditioner), akan menyebabkan kita juga mengidap sindroma “mata kering”. AC membuat suhu ruangan tertutup menurun, namun disaat bersamaan menurunkan kelembaban udara.
Bukanlah sebuah mitos, bila kita meluangkan waktu terlampau banyak di ruang yang tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik, bisa membuat kita terkena infeksi virus dari rekan sekantor yang bersin, dsb. AC bekerja menghisap dan menghembuskan udara yang sama, tidak menciptakan oksigen juga tidak selayaknya “exhause fan” yang mampu mengganti pasokan udara.
Yang tidak kalah penting, ialah berdampak pada “Stres”, hal yang jamak dijumpai pada seorang pekerja kantoran, yang bisa disebabkan karena perasaan letih dan bosan yang terakumulasi selama melakukan rutinitas selama bertahun-tahun sebagai pekerja kantoran.
Bagai efek berantai, stres yang terus terakumulasi didapat di kantor, mendorong sang pekerja terjerumus dalam gaya hidup yang buruk, yang pada muaranya membuat si pekerja mengidap penyakit jantung.
Mudah saja untuk menggurui harus bagaimana, namun untuk seorang pekerja kantoran, ada banyak hal yang sukar ditolak untuk dilakoni. Karena itu, pilihan hidup ada di tangan kita sendiri. Yang terpenting, kita tahu betul konsekuensinya.
“Office Syndrome”, bahkan juga dijuluki sebagai “penyakitnya karyawan yang Rajin”. Ada yang mengatakan, agar kita janganlah bekerja keras, tetapi kerja cerdas. Namun itu hanya berlaku untuk pekerja solo karir, bukan pekerja bawahan pada suatu kantor. Ya ia juga sih, jika “kerja cerdas” tentunya sudah jadi bos untuk diri kita sendiri.
Setiap bos pasti senang melihat karyawan yang rajin dan disiplin. Setiap pegawai dituntut untuk rajin bekerja, mulai dari rajin “setor wajah”, hingga rajing “duduk di belakang komputer”. Meskipun begitu, bersikap terlampau rajin justru disinyalir membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan.
Semua orang tahu, terlalu intens duduk menatap layar komputer, dapat membahayakan kesehatan mata. Terlebih, dewasa ini orang-orang keranjingan membuka layar handphone yang menyilaukan dan dilihat dalam jarak yang dekat dari wajah.
Bila kita jarang atau bahkan tak pernah meluangkan waktu untuk sekedar mengistirahatkan mata atau melakukan senam mata, sindrom mata kering dianggap menjadi awal dari gangguan penglihatan jika sering kita abaikan.
Karena terlampau sering mengalami stes “terpenjara” dalam bilik kubikus ruang kantor yang sumpek penuh kertas-kertas dokumen yang bikin suntuk, akibatnya kita merasa kebosanan memang merupakan bagian dari hidup kita. Mulailah kita abai terhadap bahaya rasa bosan itu, dan tenggelam lebih dalam lagi.
Stres pada gilirannya muncul karena rasa lelah dan juga bosan yang terus-menerus terakumulasi, karena akar masalahnya selalu ada, yakni sebagai “pekerja kantoran”, sekalipun kita melakukan tips-tips manajemen emosi. Hingga akhirnya meledak bagaikan bom waktu kteika semua itu memuncak. Pada gilirannya, kesehatan kita sendiri yang jadi korbannya, bukan hanya waktu hidup kita di kantor, namun kita pun harus menanggung biaya pengobatan penyakit di kala pensiun.
Apakah si bos yang mau menanggungnya? Apakah layak kita mengambil resiko seperti itu? Apakah ini bukan saatnya kita memulai untuk merintis karir kita sendiri dengan jam kerja yang lebih manusiawi? Bukankah ini sudah merupakan waktunya bagi kita untuk menyayangi hidup dan kesehatan kita sendiri?
Rajin untuk siapa? Rajin untuk apa? Bukankah kita bekerja untuk menyambung hidup dan hari tua yang lebih baik, mengapa justru menjadi sebaliknya dan kontraproduktif bagi kebaikan kita sendiri? Bagaimana jika anggota keluarga kita yang juga terkena imbasnya, karena kita pulang kerja ke rumah dalam keadaan stres “marah-marah” atau bahkan harus merawat kita ketika jatuh sakit.
Jika apa yang telah KWANG urai, dinilai masih belum cukup menggugah kesadaran kita, maka cobalah simak yang dibawah ini. Saat kita duduk terlalu lama, aliran dalam pembuluh darah melambat, sehingga semakin sedikit lemak tubuh yang terbakar. Jika hal ini terjadi, maka asam lemak dapat dengan mudah menyumbat jantung.
Disebutkan, penelitian terhadap wanita yang duduk rata-rata hingga 10 jam per hari dapat memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya duduk 5 jam atau kurang.
Kemampuan tubuh untuk merespon insulin dipengaruhi oleh lamanya kita duduk saat bekerja. Kita tahu, masalah pada insulin dapat berimbas pada penyakit diabetes. Penyebab diabetes, dengan demikian, tidak selalu berkonotasi memakan gula berlebih.
Penelitian menyebutkan, mereka yang duduk dalam waktu yang cukup lama, memiliki risiko terkena diabetes maupun penyakit jantung sebanyak dua kali lebih besar ketimbang mereka yang tidak memiliki kebiasaan duduk terlalu lama.
Disebutkan, kala badan bergerak aktif, antioksidan dapat bekerja dengan baik untuk menghilangkan risiko kanker karena adanya peran radikal bebas. Sebaliknya, duduk terlalu lama berpengaruh pada antioksidan yang tidak dapat bekerja maksimal, sehingga radikal bebas lebih banyak terkandung dalam tubuh.
Hal tersebut mungkin dikaitkan dengan kurangnya aktivitas bergerak, disfungsi metabolik, dan perubahan hormon yang dapat menyebabkan kanker.
Disebutlkan pula, orang yang langsung kembali duduk di belakang meja kerja setelah makan siang, mengakibatkan isi perut tertekan, sehingga memperlambat proses pencernaan makanan.
Pencernaan yang lambat kemudian dapat menyebabkan perut kram, kembung, konstipasi, serta ketidakseimbangan mikroba baik yang membantu pencernaan makanan.
Saat duduk terlalu lama dalam satu posisi, leher dan bahu cenderung menegang karena otot-otot kita menjadi kaku, dikarenakan kita terlalu lama memposisikan leher di posisi menghadap ke layar monitor atau mengerjakan hal lainnya yang monoton.
Pada gilirannya tulang belakang juga turut menjadi tegang dengan ketidak-seimbangan permanen yang kemudian pada muaranya mengakibatkan leher, bahu, maupun punggung mengalami fenomena pegal-pegal.
Disebutkan, terdapat bahaya dibalik kegiatan seperti duduk terlampau lama, sebab menyebabkan tekanan pada tulang belakang lebih besar dibandingkan dengan saat kita dalam posisi sedang berdiri. Sekitar 40% orang  yang mengalami masalah pada punggung, ternyata memiliki pengalaman duduk sangat lama menghadap komputer di tempat kerja sehari-harinya.
Otot-otot di bagian punggung idealnya dibuat tetap tidak dalam keadaan statis, namun dengan elastis bergerak untuk berekspansi dan berkontraksi, agar sel-sel otot dapat menyerap darah serta nutrisi yang dibawa oleh aliran darah. Kebiasaan duduk terlalu lama menjadi salah satu penyebab hilangnya fleksibilitas otot.
Berdiri, berjalan, peregangan, relaksasi, dan menggerakkan tubuh dapat mengoptimalisasi fungsi otot, terutama otot perut. Kebalikannya, dalam keadaan duduk, maka kekuatan otot-otot mengendur dan dapat menyebabkan pelemahan otot.
Bagian pinggang juga merupakan salah satu yang paling sering mengalami keluhan saat duduk terlalu lama, dikarenakan otot-otot di sekitar pinggang dan panggul menjadi kaku dan bergerak sangat terbatas akibat jarang berelaksasi. Kita sebaiknya tidak membiarkan keluhan ini terus berlanjut dengan kebiasaan yang sama.
Saat duduk terlalu lama, sirkulasi aliran darah di kaki juga mengalami kondisi sangat buruk, yang dapat menyebabkan pembengkakan pergelangan kaki, varises, serta penggumpalan darah yang dikenal dengan DVT (deep vein thrombosis). Seimbangkan dengan pola hidup sehat berupa olahraga yang sederhana yang dapat mengembalikan fungsi organ dalam tubuh serta otot.
Kaki ketika rutin digerakkan seperti banyak berjalan, atau berolahraga dengan berlari-lari kecil jongging, Thai Chi, atau olahraga seperti berenang, dsb, tulang pada kaki menjadi lebih padat, sehingga menjadikannya lebih kuat. Kebalikannya, saat kaki lama tidak digerakkan, dapat menyebabkan tulang lebih cepat merapuh. Olah raga berjalan cepat merupakan olah raga beban yang paling sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
Duduk terlalu lama juga dapat mengakibatkan telapak kaki mati rasa, atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan “neuropati”, yaitu gangguan syaraf pada kaki sehingga fungsinya berkurang. Cegah sebelum terlambat!
Disebutkan, terdapat koralasi lamanya duduk terhadap peningkatan kolesterol. Studi menunjukkan, untuk setiap konversi 2 jam posisi duduk menjadi berdiri, seseorang yang menjadi subjek penelitian ternyata memiliki kadar trigliserida (lemak) total berkurang hingga 11%.
Mengganti waktu duduk dengan berjalan, bahkan memiliki hasil yang lebih signifikan. Setiap dua jam partisipan berjalan dibandingkan dengan duduk diam, kadar trigliserida berkurang hingga mencapai 14%. Dengan demikian indeks massa tubuh menjadi lebih baik dan juga lingkar tubuh turut berkurang.
Oleh sebab kadar trigliserida di dalam tubuh tidak banyak terkonversi menjadi energi, dan justru meningkatkan kadar kolesterol, duduk terlalu lama dapat berdampak terjadinya penyakit obesitas alias kelebihan berat badan.
Menurut sebuah sumber penelitian, dikatakan bahwa seseorang yang mengalami obesitas ternyata duduk lebih lama sekitar 2,5 jam dibandingkan orang yang berat badannya normal.
Bila sobat merasa semua hal tersebut masih belum menakutkan, cobalah informasi yang satu ini. Seseorang yang terlalu lama duduk di belakang meja kerja, serta melakukan berbagai aktivitas yang sangat memerlukan pemikiran kritis, dapat mengalami penurunan kemampuan otak. Ternyata, penyegaran kebugaran tubuh dan otak, sama-sama PENTING!
Otak menjadi terlalu letih serta ‘berkabut’ karena duduk terlalu lama di tempat kerja. Hal ini dikarenakan tidak adanya asupan darah dan oksigen segar ke dalam otak, yang hanya bisa didapatkan seseorang saat menggerakkan otot.
Kita tahu, siklus peredaban darah selalu berbentuk aliran yang berputar. Ketika pasokan darah ke bagian atas tubuh kita melemah akibat tiadanya pergerakan tubuh yang memadai, maka itu bisa berbahaya bagi organ otak kita yang sangat vital.
Bergerak serta berolahraga dapat mengeluarkan hormon yang mencegah stres, dan juga memperbaiki “mood”. Saat tubuh terlalu lama berdiam di satu posisi tanpa pergerakan, otak justru akan bekerja melambat.
Pernah ada yang menyebutkan, kreativitas baru akan terstimulus ketika otak kita mendapat suplai oksigen serta sirkulasi darah yang baik, sehingga duduk sepanjang hari di balik meja mengharap mendapat ilham, bukanlah opsi yang bijak.
Jika memang kita tidak dapat menghindari duduk terlalu lama saat bekerja, cobalah untuk menjadwalkan pergerakan tubuh setiap setengah jam sekali seperti pergi ke toilet atau dispenser air minum sekadar meneguk segelas air, berjalan di sekitar kantor dan berinteraksi dengan rekan kerja, atau melakukan beberapa latihan otot barang satu atau dua menit sebagai kompensasinya.
Saat kini, kita hidup dalam sebuah dunia di mana otomatisasi mesin modern melakukan banyak pekerjaan untuk kita, sehingga sangat mengurangi kebutuhan kerja manual yang membutuhkan gerak otok. Tuntutan pekerjaan di kantor kini justru memaksa kita untuk duduk di depan layar monitor selama delapan jam atau lebih dalam sehari.
Rata-rata dari manusia modern, menghabiskan lebih dari separuh total jam produktif mereka selepas tidur malam, dalam keadaan tidak aktif (duduk di depan monitor komputer, menyaksikan televisi, melakukan perjalanan ke dan dari kantor, dll). Nyeri punggung kronis maupun postur yang buruk menjadi dampak fisik yang kerap terlihat.
Menggerakkan tubuh kita berarti lebih banyak darah dan oksigen yang terpompa dalam sirkulasi yang mencapai otak di kepala kita, yang membantu kita mempertahankan kejernihan dan ketajaman aktivitas proses berpikir. Sebaliknya, duduk untuk waktu yang panjang, memperlambat suplai oksigen dan darah ke otak, membatasi kemampuan kita untuk berpikir secara jernih.
Disamping itu, kebiasaan buruk seperti membungkuk ke depan sewaktu duduk untuk melihat layar komputer, diketahui mengakibatkan ketegangan yang luar biasa bagi leher, terutama pada vertebra servikal, yang menghubungkan tulang belakang dengan kepala. Postur yang buruk ini pada gilirannya merusak otot punggung dan bahu, karena otot ini memanjang secara berlebihan untuk membungkuk di atas papan keyboard dalam tempo yang panjang.
Postur yang buruk berkontribusi terhadap nyeri punggung serta tulang belakang yang tidak fleksibel. Jika kita sering bergerak, ini membuat komponen halus di antara vertebra pada tulang belakang membentang dan berkontraksi, memungkinan sirkulasi darah dan nutrisi.
Aktivitas duduk, tidak membutuhkan fungsi otot-otot perut, dan jika otot perut tidak dilatih dalam tempo waktu yang cukup panjang, dapat mengakibatkan “swayback”, atau ekstensi berlebihan yang tidak wajar pada kelengkungan alami tulang belakang. Kita tidak mau postur tubuh kita rusak secara permanen, bukan?
Duduk terlampau lama menurunkan juga fleksibilitas pinggul dan punggung. Pinggul yang fleksibel membantu menyeimbangkan tubuh, tetapi dengan duduk terlalu lama, otot fleksor pinggul menjadi pendek dan tegang.
Produksi insulin yang berlebihan akibat tubuh yang dibiarkan dalam keadaan pasif sepanjang hari selama bertahun-tahun, dan aliran darah yang lamban menuju organ, ditengarai membawa dampak buruk bagi kesehatan. Menggerakkan tubuh secara rutin membantu membunuh sel-sel penyebab kanker, mendorong antioksidan untuk mengatasi radikal bebas.
Banyak yang berasumsi bahwa makan dan cemilan yang sedikit, tidak membawa resiko penyakit diabetes maupun obesitas. Namun jarang yang mengetahui, produksi insulin yang berlebihan karena duduk terlampau lama, juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan, pada gilirannya berkontribusi terhadap diabetes dan obesitas.
Duduk terlalu lama berdampak pada tulang menjadi kurang padat. Aktivitas teratur, seperti berlari atau berjalan, membantu mempertahankan kekuatan dan kekokohan tulang. Ini mungkin menjadi alasan mengapa begitu banyak lansia saat ini yang rentan mengalami osteoporosis, seiring perubahan budaya dan gaya hidup masyarakat kontemporer yang menjadi semakin tidak aktif.
Disebutkan oleh penelitian, orang-orang yang paling banyak menonton televisi selama jangka waktu 8,5 tahun terakhir memiliki risiko 61% lebih besar untuk mengalami kematian prematur, dibandingkan mereka yang menonton TV kurang dari satu jam per hari.
Bagaimana cara mencegah dampak buruk kegiatan duduk, jika kita memang terdapat tuntutan harus duduk untuk tempo yang cukup lama?
Duduk tegak. Pastikan kita duduk dalam postur tulang belakang yang tegak, jangan condong maju ke arah keyboard. Tips lainnya, kita juga dapat menggunakan kursi tanpa sandaran jika Anda ingin sesuatu yang lebih stabil.
Kursi dengan bantalan yang terlampau embuk di bagian bokong saat mendudukinya, juga sama tidak baiknya karena tidak stabil saat diduduki sehingga tidak memungkinkan kita untuk duduk secara tegak sempurna. Kursi dengan bantalan yang agak keras, lebih baik untuk postur duduk kita.
Berdiri dan jalan-jalan setiap 30 menit. Pastikan untuk berdiri secara teratur untuk melakukan peregangan dan mengembalikan tingkat kenormalan sirkulasi darah dan pasokan oksigen ke otak. Setidaknya satu kali setiap 30 menit, menurut nasehat para ahli. Berdirilah dan berjalan selama beberapa menit, guna mempertahan aliran darah dan memungkinkan otak maupun otot disegarkan. Hal tersebut juga baik dalam menjaga keamanan sepasang mata kita.
Kita dapat membali meja kerja yang memaksa kita untuk bekerja sambil berdiri, yang akan memaksa Anda untuk mengerjakan tugas dalam posisi tegak. Cara demikian membantu darah dan oksigen mengalir dengan lebih leluasa ke sekujur organ tubuh secara optimal, mengurangi risiko penggumpalan darah, dan masalah kesehatan yang berbahaya lainnya.
Sesekali berjalanlah keluar, perlihatkan anting emas / intan imitasi impor KWANG EARRINGS yang sedang Sobat KWANG kenakan memancarkan aura kecantikan yang manis dan sedap untuk dipandang. Salah satunya jogging, yang menurut penelitian disebutkan dapat menjadi terapi kesehatan mental. Keluar untuk hirup udara segar demi menyegarkan kembali pikiran dan tubuh kita.
Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊
REFERENSI :
https://www.inovasee.com/office-syndrome-26375/
https://www.merdeka.com/sehat/mengenal-office-syndrome-si-perusak-kesehatan-para-pekerja-kantoran.html
https://www.duniakaryawan.com/bahaya-duduk-terlalu-lama/
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/dampak-buruk-duduk-terlalu-lama/

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077;
- email, telepon, atau chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS