Seni Menjadi Orang Baik

By SHIETRA - Mei 15, 2019

Mencari Hadiah yang Tepat dan Berguna Namun Murah Tapi Tidak Murahan? Hadiahkan saja Perhiasan Emas / Intan Imitasi Impor KWANG EARRINGSMengapa menjadi orang baik, selalu lebih sukar; dan menjadi orang jahat, selalu lebih mudah? Mungkin jawabannya sudah Sobat sadari, akan tetapi kurang diperhatikan karena dalam keseharian kita dapat dengan mudah melihat analoginya.
Sebagai contoh, orang-orang yang cenderung menutup-nutupi perilaku buruknya ibarat pengemudi kendaraan roda empat yang kaca pintunya membuat orang dari luar mobil tidak dapat melihat apa yang di dalam kendaraan, namun yang berada di dalam kendaraan dapat melihat ke arah luar mobil dengan jernih. Pernah melihat kaca yang seperti itu, bukan?
Sama juga seperti seseorang yang bersembunyi di tempat kegelapan atau yang temaram, maka dirinya dapat melihat dengan jernih dan jelas begitu mudahnya ke arah orang-orang yang berada di tempat terang di depannya. Namun orang-orang dari tempat yang terang tersebut, tidak dapat melihat keberadaan orang yang berdiri di tempat yang gelap.
Menjadi orang baik, sama riskannya seperti seseorang yang berdiri di tempat yang terang-benderang. Mungkin saja dirinya rentan menjadi “sasaran empuk” predator yang merangkak di balik rerimbunan semak secara sembunyi-sembunyi hendak menyergap kita, atau yang memakai topeng samaran, atau yang berpura-pura tampil sebagai teman padahal memiliki agenda tersembunyi terhadap kita—alias, ada tikus dibalik batu (udang tidak hidup di balik batu).
Tapi, meski begitu, seenak-enaknya mereka yang bersembunyi dan mengendap-endap di tempat gelap (kegelapan), tetap saja lebih bahagia mereka yang hidup di tempat yang terang-benderang (terbuka dan diliputi kejujuran).
Kejahatan apapun yang dilakukan mereka di kegelapan, sukar untuk ditangkap dan dikenali pelakunya. Sebaliknya, berbuat kejahatan akan sukar dilakukan di “siang bolong”, kecuali penjahat yang sudah nekad.
Namun mereka yang hidup di kegelapan, akan juga sukar untuk berbuat kebaikan. Ingin memberi obat kepada seseorang yang hendak ditolong, justru ia mungkin salah mengambil benda yang dikiranya obat, ternyata racun serangga, gimana jadinya kira-kira?
Coba Sobat bayangkan, apa jadinya atau bagaimana caranya gunting kuku di tempat yang remang-remang, atau makan es cendol di tempat gelap, bisakah itu Sobat lakukan? Itulah sebabnya orang dulu ada pernah bilang, jika pacaran janganlah di tempat yang remang-remang, apalagi di kegelapan. Mengapa begitu? Agar kita bisa mudah mendapati “jerawat” di wajah pacar kita.
Apakah yang mungkin dapat terjadi, bila saja seandainya seorang pembuat kue hendak membuat kue tart, namun saat mencoba menyendok gula dari toples, ternyata yang terambil ialah butiran garam. Kue tart rasa apakah yang kiranya nanti akan disuguhkan pada kita ya? Sudah bisa ditebak, bukan?
Ada juga filosofi kehidupan, mengapa kita tidur dikala langit malam, dan aktif sepanjang hari saat matahari masih menyingsing. Ketika di kegelapan, lebih baik kita pasif dan tidur saja, agar tidak melakukan kejahatan ataupun kelalaian apapun.
Saat keadaan terang penuh cahaya, kita dapat melajukan kendaraan kita atau langkah kaki kita tanpa harus tersandung atau bahkan menuju ke arah jurang yang berbahaya bagi diri kita atau bahkan bagi para penumpang kendaraan kita.
Kita juga mengenal istilah seperti “gelap mata”, atau juga mereka yang disebut sebagai kaum difabel (yakni seorang “tuna netra”). Seorang “tuna netra” tidaklah jahat saat dirinya menubruk tubuh Sobat, juga tidak akan seberbahaya orang yang “gelap mata” saat mengendarai mobil karena faktor meminum minuman keras ataupun karena amarah yang memuncak, sehingga bisa membawa potensi yang berbahaya bagi orang banyak maupun bagi dirinya sendiri dan yang para penumpangnya.
Seorang “tuna netra” setidaknya tidaklah terlampau berbahaya, karena setidaknya mereka tidak akan begitu bodohnya mencoba mengendarai kendaraan bermotor. Mereka menjadi demikian keadaannya, acapkali bukan karena pilihan mereka sendiri.
Kita memiliki kaki dan kemampuan untuk memilih, memilih untuk melangkah dan berada di tempat penuh kegelapan, ataukah menjadi penghuni tempat dengan penerangan yang cukup memadai.
Akan tetapi mereka yang bijaksana, tidak begitu cerobohnya sampai-sampai membuat rumah dengan semua tembok terbuat dari kaca tembus pandang dari luar, sehingga apapun yang dilakukan oleh penghuninya akan dapat diteropong dari orang-orang luar rumah. Itu sama artinya mengundang perampok dan pencuri.
Ketika kita menghadapi orang-orang yang bersembunyi atau datang dari arah kegelapan, kita perlu bersikap bijaksana dengan tidak membuka diri kita diekspos di tempat terang tanpa perlindungan apapun. Bisa-bisa “peluru timah panas” akan dengan mudah ditargetkan pada diri kita dan bersarang di salah satu anggota tubuh kita secara fatal. Janganlah membuka diri untuk menjadi sasaran mudah bagaikan “mangsa empuk”.
Bijaksana artinya tidaklah cenderung bersikap bodoh. Bijaksana artinya tidak membuat kejahatan sekalipun sedang berlindung di kegelapan (tempat gelap), dan tidak akan begitu cerobohnya menjadi “mangsa empuk” ketika berada di tempat terbuka yang penuh cahaya.
Untuk menjadi tenar bak selebritis, kita harus siap untuk mengekspos diri di depan publik, di depan sorot kamera dan lampu blitz dengan penerangan yang bahkan bisa dibilang lebih dari cukup.
Sebaliknya, seorang spionase seperti si tokoh fiktif James Bond, perlu hidup di kegelapan bersama orang-orang “gelap” dan tinggal di komunitas kegelapan itu bila perlu. Bagaikan seorang “bayang-bayang”, dirinya misterius dan tidak mudah diidentifikasikan.
Meski, anehnya, khusus untuk film-film seperti James Bond, mengapa setiap musuhnya selalu tahu siapa itu James Bond sehingga sejatinya si James Bond tidak lagi sedang bersembunyi di kegelapan. Seorang intel sejati, benar-benar tersembunyi dalam kegelapan, bahkan sedang menyaru sebagai salah seorang dari si “gelap”.
Kegelapan begitu menakutkan, tapi itu hanya untuk kegelapan yang demikian pekat. Sama juga sebaliknya, terang adalah baik, namun menyilaukan akan membuat mata Sobat juga tidak dapat melihat apapun, yang sama artinya tiada bedanya dengan kegelapan itu sendiri. Absolute light, it means absolute night. Yang benar-benar terang, maka itu artinya kegelapan, karena memang tiada bedanya.
Mereka yang bijaksana tidak hidup dalam sumbu atau sudut yang ekstrim demikian. Kita bahkan butuh berteduh guna berlindung dikala sengat matahari sedang demikian terik-teriknya di atas kepala kita (apalagi jika botak), atau alat pelindung seperti topi dan payung saat di tengah hari yang panas dan menyengat seperti sengatan lebah. Jika perlu memakai lotion seperti “sun block” atau “anti UV” sebagai perlindungan tambahan.
Begitupula ketika kita sedang berada di kegelapan, kita perlu menghidupkan lampu. Pepatah mengatakan, jangan salahkan kegelapan, buatlah lilin itu dapat menyala dan menerangi hari-hari gelap kita.
Betul, bahwa menjadi orang baik tidaklah mudah. Harus pasif saat di tengah kegelapan (apalagi jika sedang mati lampu), dan harus berhati-hati penuh kewaspadaan ketika sedang berada di tempat terbuka yang bercahaya. Makan wortel selalu lebih enak disaat pagi dan siang hari yang cerah dan bercahaya.
Namun tetap saja akan lebih menggembirakan dan akan lebih hidup kehidupan ini melihat kelinci yang berkejaran dengan kupu-kupu di tengah embun pagi yang menyegarkan, ketimbang menjadi kelelawar malam ataupun burung hantu yang baru aktif disaat malam untuk mencari mangsa.
Menyakiti dan merusak, selalu lebih mudah daripada menumbuhkan dan merawat. Untuk menyakiti dan merusak, mudah dilakukan oleh mereka yang bersembunyi di dalam kegelapan. Namun untuk membangun dan merawat, hanya dapat kita lakukan ketika kita berada di tempat yang terang-benderang.
Siapa pun dapat menyakiti dan merawat, semudah mengayunkan telapak tangan. Namun untuk menumbuhkan dan merawat, dibutuhkan kesabaran, ketekunan, welas asih, sentuhan penuh perhatian dan kelembutan, dan bahkan pengorbanan diri yang tidak sedikit.
Semoga artikel singkat sederhana ini, dapat menjadi sumber inspirasi bagi Sobat KWANG dalam menjalani hari-hari yang mungkin saja berat dan diluar harapan. Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk. Tidak ada minimum pembelian jumlah item, namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta):
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : rianashietra
- WhatsApp : +62 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk wanita yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS

Ingin Berwisata ke Thailand TANPA Agen Tour Bersama Keluarga Anda?

Ingin Berwisata ke Thailand TANPA Agen Tour Bersama Keluarga Anda?
Disediakan Jasa TOUR GUIDE Freelance Thailand (Menguasai 4 bahasa). Klik Gambar untuk Detail Layanan Tour Leader Riana