Kiat Menghadapi Orang yang Manipulatif

By SHIETRA - Juli 24, 2019

Dijual perhiasan emas imitasi impor cantik berkualitas KWANG EARRING, Toko Online JakartaTerdapat beragam jenis manusia yang kita hadapi dikeseharian dan dalam hidup kita. Ada yang jujur (namun langka), ada yang pemurah hati (juga cukup langka), ada yang periang (si sanguinis), ada pula yang “easy going” (si phlegmatis), yang keras dan tidak berhati (koleris), yang perasa dan suka merenung (melankolis), yang penuh obsesi, yang penuh iri, yang curang, arogan, seorang pekerja keras, seorang pengeluh, hingga orang-orang dengan tipe “manipulatif”.
Dalam bahasan singkat kesempatan kali ini, KWANG ingin membahas soal manusia bertipe “manipulatif”, dan tips bagaimana cara kita untuk menghadapinya. Pada dasarnya, manusia bertipe “manipulatif” sama berbahayanya dengan seorang penipu, hanya saja sangat ulung dalam memainkan perannya sebagai seolah orang-orang yang baik, penuh senyum (mematikan), dan memiliki kepedulian terhadap diri kita.
“Manipulatif”, berakar kata dari “manipulasi” (manipulate), yang kata kerjanya ialah “memanipulasi”. Apa yang dapat dimanipulasi? Tidak lain ialah pikiran dan keluguan hingga kejujuran cara berpikir kita para korbannya.
Orang-orang bertipe “manipulatif”, memiliki corak karakter yang cenderung tidak dapat dipegang perkataannya, dan cenderung mementingkan diri sendiri, yang bahkan tidak jarang tega untuk mengorbankan orang lain semata demi keuntungan dirinya sendiri. Bila orang bermental sehat akan “menerima dan memberi”, orang-orang manipulatif hanya untuk “mengambil dan mengambil”.
Pelaku “manipulasi”, disebut sebagai seorang manipulator. KWANG sendiri mengenal banyak sekali orang-orang semacam itu, dapat dengan mudah kita jumpai di lingkungan rumah kita, lingkungan sekolah kita, hingga lingkungan kerja dan lingkungan sosial-pertemanan kita.
Seorang manipulator sangat pandai bermain sandiwara dan memakai topeng yang sukar dideteksi.  Namun, sekali kita menyadari dan tahu bahwa orang tersebut adalah seorang manipulator yang gemar memanipulatif pikiran orang lain, maka dua pedoman berikut ini menjadi panduan penting ketika kita suatu ketika harus berhadapan dengan mereka, terutama ketika tidak selamanya kita dapat menghindari mereka:
- Pertama, selalu menjaga jarak dari mereka, alias tidak terlalu dekat dengan mereka. Jikalau pun ia merupakan teman satu sekolah atau satu kantor dengan kita, maka cukuplah menjadi teman jauh, bukan sebagai kawan karib. Cukup “say hello and good by”, jika perlu menggunakan media digital saja tanpa perlu bertatap muka secara langsung; dan
- Kedua, tidak perlu berlama-lama dengan mereka, alias jangan terlalu lama-lama bersama dengan orang semacam itu.
Orang-orang bertipe “manipulatif” cenderung tidak punya rasa bersalah ketika memanipulasi secara terselubung (itulah salah satu ciri-ciri aksi manipulasi) lawan bicaranya.
Mereka juga akan pandai menampilkan wajah seolah orang-orang baik yang penuh perhatian pada kita (agar kita lengah dan menaruh kepercayaan kepada mereka, itulah licik dan jahatnya orang-orang manipulatif), meski sejatinya memiliki agenda tersembunyi dimana ia hanya melihat kita sebagai “objek” dalam pandangannya, bukan sebagai “subjek”, yakni semata sebagai objek untuk diperah dan diperas—baik secara emosi maupun secara pikiran hingga secara materi.
Orang-orang bertipe “manipulatif” juga kadang tidak memiliki rasa malu. Sekalipun telah dijauhi karena kita mengetahui dirinya manipulatif, dirinya akan terus mendekati kita tanpa rasa bersalah terlebih rasa malu, untuk kembali mencoba memerdaya kita lewat cara-cara manipulatif yang menguras mental dan hati kita—terutama bila Sobat adalah orang yang lugu, baik hati, jujur, dan polos (mangsa empuk di mata orang-orang berwatak “manipulatif”).
Orang-orang “manipulatif” tidak akan pandang bulu, sekalipun itu teman, saudara, hingga anak, bahkan karyawan dan anak milik orang lain, orang-orang manipulatif akan selalu berorientasi hendak “memakan” dan “memangsa” hidup dan kehidupan orang-orang yang menjadi target manipulasi.
Manipulasi dan tujuan manipulasi, ada banyak macam dan ragamnya. Ada manipulasi yang hanya sekadar untuk membuat orang-orang menyukai dirinya agar menjadi populer di tengah pergaulan—pertemanan untuk dimanfaatkan dan memperalat. Namun ada juga manipulasi hingga kepada tahap mengeksploitasi tenaga manusia lainnya dan dana milik orang lain hanya untuk “dihisap” dan “diperas”.
Manipulasi juga kerap menggunakan cara tipu-menipu. Oleh karena itulah, penipuan selalu lebih kalah derajat kemahiran seorang manipulator. Seorang manipulator memanipulasi dengan cara-cara “halus” yang sukar dideteksi oleh lawan bicaranya. Cara-caranya demikian jahat, curang, licik, serta “busuk namun tidak berbau”.
Bila busuk namun berbau, maka kita akan menghindar dengan cepat. Akan tetapi seorang manipulator sangat pandai menyembunyikan bau busuk mereka, sehingga kita menjadi terjebak dan terperangkap.
Seorang manipulator sangat mahir dalam permainan pikiran, membuat cara berpikir lawan bicaranya “disetir” bagai terhipnotis. Bila seorang motivator “menghipnotis” demi kebaikan diri kita bersama, sebaliknya, seorang manipulator memanipulasi pikiran kita untuk dieksploitasi demi kepentingan pribadi sang manipulator semata.
Seorang manipulator siap untuk mengorbankan tumbal-tumbalnya yang dikorbankan demi kepentingan pribadi sang manipulator, seberapa banyak pun korbannya telah berjatuhan, tanpa kenal puas, tanpa pernah merasa takut sang korban akan protes, marah, atau bahkan melakukan perlawanan.
Berdasarkan pengalaman KWANG menghadapi beragam perangai para manipulator, mereka cenderung tidak punya malu dan tidak ada rasa takut memanipulasi pikiran orang lain demi kepentingan pribadi sang manipulator.
Seorang psikopat, sebagai contoh, adalah seorang manipulator yang pandai sekali mengelabui banyak orang, sampai pada akhirnya sang korban “tewas” tanpa disadari oleh sang korban itu sendiri bahwa dirinya telah diperdaya dan dimanipulasi.
Seorang psikopat akan bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun, dan bersikap biasa-biasa saja sekalipun korban-korban mereka berjatuhan dan bergelimpangan. Persis seperti itu jugalah kelakuan seorang manipulator.
Seorang manipulator juga terampil dalam hal “putar balik logika” dan “putar balik fakta”. Yang salah dibenarkan, dan yang benar dipersalahkan. Bergaul dengan seorang manipulator, sama artinya bermain dengan api, sewaktu-waktu dapat membuat kita terbakar sendiri. Itulah modal paling utama para manipulator, hanya saja dalam tataran tingkat yang ekstrim.
Seorang manipulator, akan mampu memangsa korbannya, sembari tetap menampilkan wajah “tersenyum” bak malaikat suci bersih tak bersalah. Dalam sudut pandang itulah, seorang manipulator memiliki kemiripan dengan seorang psikopat.
Seorang manipulator, juga adalah seorang pembohong, alias pendusta. Itulah ciri yang paling kentara dari seorang manipulator. Ucapan mereka tidak akan dapat dipegang, tidak dapat ditagih, dan tidak dapat dipercaya. Oleh karena itulah, semua hal yang ingin kita percayai dari mereka, harus bersifat hitam di atas putih, jika perlu di atas materai, atau di depan notaris atau saksi lainnya.
Saking terampilnya, seorang manipulator mampu membuat korban-korban mereka jatuh di lubang yang sama untuk kesekian kalinya. Justru, itulah jahatnya seorang manipulator, yakni tidak akan berhenti sampai korban mereka benar-benar “kering kerontang” dan benar-benar “kurus kering hingga menyisakan hanya kulit pembungkus tulang”.
Seorang manipulator tidak akan pernah merasa bersalah, terlebih mengharap mereka untuk berbelas kasihan. Seorang manipulator adalah seorang yang egois dalam derajat tertinggi.
Saran terbaik, tetap saja, jika bisa dihindari, maka sebisa mungkin kita menghindari mereka. Namun ketika kita tidak dapat menghindari mereka, semisal karena terdapat di dalam kediaman kita sebagai anggota keluarga, atau sebagai anggota komunitas kelas di sekolah, lingkungan kerja di kantor, maka dua pedoman yang telah KWANG singgung di muka, patut Sobat coba terapkan, yakni:
- Pertama, usahakan untuk selalu menjaga jarak dari mereka; dan
- Kedua, tidak perlu berlama-lama dengan mereka.
Kita perlu membuat semacam stopwatch atau alarm dalam benak kita, dimana bila telah lewat waktu maksimum 10 detik (menghitung angka 1 sampai 10 detik), pada angka detik ke-10 kita sudah harus bersiap untuk pergi dan menjauh dari mereka secepat kilatan petir. Pergi berlalu begitu saja bagaikan bayangan yang tidak dapat digenggam oleh para manipulator tersebut. Toh, untuk pergi berlalu, kita tidak pernah butuh izin siapapun.
Mungkin Sobat yang pernah menyaksikan film fiksi Ultraman, akan tahu benar bagaimana caranya menghitung mundur waktu singkat yang tersisa. Ketika seorang Ultraman habis “nafasnya”, maka lampu di dadanya akan berkedip-kedip, menandakan sang Ultraman harus segera meninggalkan Planet Bumi. Seperti itu jugalah kita harus secepatnya meninggalkan seorang “virus” berbahaya bernama manipulator.
Seorang manipulator akan cepat sekali tampil dan ada di hadapan kita, ketika mereka sedang membutuhkan diri kita. Ucapan mereka begitu manis, alias pandai bicara. Namun ketika kita yang mencoba menghubungi mereka untuk meminta pertanggung-jawaban dari mereka, mereka akan lenyap seolah tidak pernah eksis dari dunia ini.
Hal terakhir yang paling penting untuk kita pelajari dalam menyikapi atau menghadapi seorang manipulator, ialah kita harus mau belajar dari pengalaman buruk kita dimasa lampau, agar tidak jatuh di lubang yang sama—dengan begitu kita tidak akan terperdaya oleh manipulator yang sama ataupun oleh manipulator-manipulator lannya, dan juga tidak selalu berbaik sangka terhadap orang lain yang belum tentu memiliki iktikad baik terhadap kita.
Singkat kata, seorang manipulator adalah seseorang yang negatif. Ia bagai retrovirus, virus yang dapat menyuntikkan gen-gen virus mereka sendiri ke dalam genetik inang yang mereka tempel, infeksi, dan hisap.
Ketika berjumpa seorang manipulator, dimana dan kapan pun, segera ambil “langkah seribu” dan selamatkan diri Sobat agar tak jatuh dalam cengkeraman “hewan buas berwajah manusia ramah penuh senyum” bernama manipulator tersebut.
Ketika dalam suatu relasi atau hubungan saudara, hubungan pertemanan, hubungan perkawinan, hubungan sosial, hubungan pekerjaan, yang terjadi ialah secara timpang “enak di kamu, tidak enak di saya”, maka kita harus segera mengambil jarak dari mereka. Hubungan yang sehat dan harmonis, hanya dapat terjadi secara jangka panjang bila “sama-sama enak bagi kamu dan bagi saya, bijaksana dan bijaksini, menerima dan mau memberi”.
Semoga bahasan singkat tersebut dapat menambah wawasan Sobat. Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : rianashietra
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS