Antusias dan Antusiasme sebagai Sumber Kehidupan

By SHIETRA - Desember 26, 2019

Antusias dan Antusiasme sebagai Sumber Kehidupan

Merasa bosan? Rasa bosan, terjadi akibat keinginan dalam diri kita sendiri yang tidak mampu kita bendung, transformasi, atau salurkan. Ada kalanya, kita tidak perlu mengikuti dan tidak menuruti segala keinginan yang muncul dalam benak dan pikiran kita, namun sebaliknya yakni mulai berlatih mengontrol segala keinginan yang muncul dalam diri yang dapat mencemari “pikiran jernih” kita.
Ada kalanya, menjadi seorang pelupa adalah “bagus” adanya. Contoh berikut mungkin juga pernah Sobat alami sendiri. Ketika kita membaca komik humor, kita tertawa terbahak-bahak, betapa lucu dan konyolnya kelakuan tokoh di dalam komik tersebut. Ketika kita membaca ulang komik itu esok harinya, entah mengapa efek humornya menjadi seolah “hambar” dan “tawar” rasanya, berbeda dengan hari sebelumnya.
Namun, tunggulah beberapa tahun kemudian, dan baca kembali komik humor yang sama koleksi kita tersebut, maka dapat dipastikan kita akan kembali terbahak-bahak seperti ketika pertama kali membeli dan membuka lembaran demi lembaran komik humor itu. Mengapa bisa seperti itu?
Rasa bosan, terjadi akibat kita menuntut lebih dan lebih lagi—akibat dari sifat manusia yang cenderung untuk tidak pernah terpuaskan. Bahkan, orang-orang yang hidupnya cukup makmur, masih saja mengeluh, mengeluh “bosan”—padahal masih banyak orang di luar sana yang setiap harinya harus bangun pagi-pagi sekali untuk bekerja di sawah dan hanya bisa makan apa-adanya dan seadanya dengan kondisi hidup jauh lebih apa-adanya dibandingkan dengan kita yang masih bisa duduk santai dan menonton televisi di rumah.
Terdapat sebuah kisah yang sangat menarik yang dahulu kala pernah KWANG saksikan. Alkisah, terdapat seseorang gadis yang mengalami jenis kelainan aneh pada bagian otak di kepala (masak di perut?!) yang bertanggung-jawab atas memori jangka panjangnya, sehingga daya ingatnya hanya sebatas satu hari, dimana pada keesokan harinya dirinya akan kembali lupa segalanya terhadap hari kemarin yang pernah dijalani olehnya.
Apa yang terjadi kemudian, ialah kisah asmara yang seolah pendekatan (PDKT) serta berkencan dengan pacar “baru” setiap harinya sekalipun notabene pria yang sama, yakni suaminya sendiri. Setiap hari menjadi tampak hari yang baru, pengalaman baru, pertualangan baru, kejutan baru, kenangan baru, serta momen-momen romantis baru—meski, sang suami setiap harinya harus memasang dan memperlihatkan pada istrinya yang baru bangun tidur, video yang telah direkam sebelumnya yang berisi video sang gadis yang menceritakan bahwa dirinya kini telah memiliki seorang kekasih dan betapa ia sangat mencintai dirinya.
Ada kalanya kita patut bersyukur menjadi seorang “pelupa”—bahkan kita tidak ingat, tepat 1 minggu yang lalu kita memakan apa atau memakai baju warna apa, maka lebih-lebih mengingat perbuatan kita pada kehidupan lampau (past life).
Setidaknya, kita tidak akan mengeluh ketika kita menikmati bubur sebagai menu sarapan pagi yang hangat yang dihidangkan bagi kita, dan tetap dapat merasa bersyukur—sayangnya, kita seringkali lupa bagaimana rasa kelaparan sehingag kita patut bersyukur masih memiliki bubur untuk dimakan. Dasar manusia!
Mengapa hidup seorang bocah kecil cilik (balita), begitu penuh antusiasme? Karena bagi mereka si kecil mungil itu, segala sesuatunya adalah hal baru yang asyik dan menantang untuk dijelajahi. Tidak ada kata “bosan” dalam kamus milik seorang balita. Yang bagi kita membosankan, namun tidak bagi mereka.
Banyak diantara kita sebagai orang dewasa, melarutkan diri dalam barang madat seperti obat terlarang, tembakau, maupun minuman beralkohol, hanya demi menghalau rasa bosan dan jemu, mencari sensasi (seolah hidup ini kurang merepotkan dan kurang masalah sehingga justru dicari-cari demi mengejar sensasi). Mungkin mereka sedang lupa, bahwa antusiasme itu terletak pada kepolosan karakter seseorang itu sendiri, tidak perduli berapa pun umur individu yang bersangkutan selama kepolosan masih menyala dalam jiwa kita.
Karena itu jugalah, tidak mengherankan bila seseorang yang terkadang terkesan kekanak-kanakan, tidak pernah merasa tertarik untuk terjerumus dalam “kehidupan malam”, karena dunianya sendiri sudah cukup “mengasikkan” untuk dijelajahi dengan boneka-boneka kartun mereka yang sederhana.
Coba juga lihat anjing kita di rumah, mereka selalu gembira bila disuguhkan makanan berupa tulang yang sama, padahal tulang yang sama dengan yang bertahun-tahun kita berikan padanya itu tidak pernah kita berikan bumbu, tetap saja dimakannya dengan lahap dan ekor yang terkibas-kibas jenaka. By the way, bisa jadi nenek-moyang kita dahulu juga adalah pemakan tulang, karenanya sisa residu genetik pada GENOMA manusia penyusun tubuh kita masih menyisakan rasa suka menggigit kerupuk yang bunyinya persis seperti seekor anjing sedang menggigit makanan tulang mereka.
Seorang anak kecil yang masih belajar berjalan, adalah contoh sempurna “si pelupa”. Mereka akan segera melupakan pengalaman buruknya atas rasa sakit ketika jatuh pada saat proses belajar berjalan yang muncul dari dalam minatnya sendiri (sehingga tidak perlu, didorong, disuruh, ataupun diperintah), dan akan terus kembali belajar berjalan ataupun bersepeda pada keesokan harinya.
KWANG memiliki seorang keponakan, yang masih sangat kecil dan mungil. Ia pernah terjatuh dari tangga yang dipanjatnya pada suatu waktu, sampai menangis tersedu-sedu karena kepalanya sempat terbentur lantai saat terjatuh (aduh, kasihan). Hebatnya, tanpa menunjukkan sikap cengeng ataupun takut-takut, langsung pada keesokan harinya (tidak menunggu berminggu-minggu kemudian) ia langsung kembali mencoba menaiki tangga yang sama tempat dahulu ia terjatuh saat mencoba memanjat, menjelajahinya dan “menaklukkannya”. Horeee... itulah semangat antusiasme yang polos dari seorang bocah yang patut kita teladani—mungkin akibat sikap “serba pelupa” ditambah sikap “kepolosan” milik mereka.
Jangan sampai karena alasan bosan, atau bahkan tidak menyadari telah terdorong melakukan suatu kegiatan bodoh dan berdampak fatal akibat rasa bosan yang timbul akibat berbagai keinginan dalam diri yang tidak terkontrol, kita justru pada gilirannya menyakiti diri sendiri dan juga orang lain di sekitar kita yang bisa jadi turut terkena getahnya. Mengutip nasehat dari Master Shih Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi:
“Keinginan yang berlebihan, selain mendatangkan penderitaan juga sering menggiring orang melakukan perbuatan yang mendatangkan karma buruk.”
Tidak perlu merasa khawatir atas banyaknya rasa bosan yang kita rasakan, karena yang perlu kita cemaskan ialah hanya rasa bosan yang sengaja dicari-cari. Kalimat demikian, sejatinya KWANG adaptasi dari versi aslinya nasehat Master Shih Cheng Yen, dengan kutipan asli berikut:
“Tidak perlu merasa khawatir atas banyaknya masalah, yang perlu dikhawatirkan hanya masalah yang sengaja dicari-cari.”
Bila hari-hari kita terasa berjalan demikian membosankan lengkap dengan segala rutinitasnya yang monoton, maka dapat selalu kita atasi dengan bersikap kreatif, bukan dengan cara berkeluh-kesah. Kreasikan, bila semisal pagi ini bubur ayam, esok bubur bakso, esok lusa bubur cakwe, esoknya lagi bubur abon, esoknya lagi bubur telur, esoknya lagi bubur sate.
Bubur boleh bubur, namun kreasinya beragam bukan? Jangan biarkan rasa bosan semata menjadi rasa bosan tanpa mendorong kita untuk bersikap kreatif. Orang kreatif tidak pernah “mati (karena) bosan”. Sebaliknya, mereka yang “mati bosan” hanyalah menjadi nasib bagi orang-orang yang kurang cukup pandai untuk bersikap kreatif.
Orang-orang kreatif juga tidak akan pernah merasa perlu merepotkan ataupun merugikan orang lain untuk hidup gembira dan berkecukupan—karena mereka adalah orang-orang yang kreatif pemikirannya!
Jangan sampai, dengan alasan “bosan”, kita bersikap “usil” dengan menjahili atau bahkan sampai-sampai merugikan orang lain, sebagaimana kembali KWANG kutipkan nasehat dari Master Shih Cheng Yen:
“Malapetaka dan bencana yang melanda dunia, sebagian besar merupakan hasil perbuatan orang-orang yang sehat jasmaninya, namun cacat rohaninya.”
“Penyakit pada tubuh tidaklah menakutkan, batin yang sakit parah justru lebih mengerikan.”
“Sumber dari kerisauan hati adalah keinginan manusia untuk selalu ‘MEMILIKI’.”
Lalu, bagaimana kiat menyikapi rasa bosan yang sewaktu-waktu dapat muncul dan menyergap kita tanpa diduga dan tanpa diundang? Caranya ialah mengakui adanya rasa bosan itu, dan menghadapinya, bukan memilih untuk tunduk mengikuti berbagai keinginan baru yang diciptakan oleh rasa bosan itu, sebelum kemudian dikuasai oleh rasa bosan itu sendiri. Untuk itu kembali KWANG kutipkan nasehat dari Master Shih Cheng Yen:
“Kebijaksaan diperoleh dari bagaimana seseorang menghadapi masalah dalam hidupnya. Apabila ia menghindar dari masalah yang ada, maka ia pun tidak akan dapat mengembangkan kebijaksanaan.”
“’Keserakahan’, selain membawa penderitaan, juga akan menjerumuskan manusia ke dalam penderitaan.”
Sebagai penutup, untuk itu KWANG kutipkan kembali nasehat dari Master Shih Cheng Yen, yang pastinya juga sangat Sobat sukai, sebagai berikut:
Setiap hari merupakan lembaran baru dalam hidup kita, setiap orang dan setiap hal yang ada di dalamnya merupakan kisah-kisah yang menarik.”
Alih-alih memasang wajah cemberut, mendapati bubur sebagai hidangan sarapan yang sama setiap harinya, maka bersikaplah seolah-olah kita seorang pelupa yang baru pertama kalinya berjumpa “bubur” dan begitu antusias untuk mencicipi rasanya:
“Wah, ini yang namanya bubur? Sudah tidak sabar lagi aku untuk mencoba dan menikmatinya!.... slruuup... nyum nyummy, enak ternyata! Bubur is delicious! Mau tambah ah! Bubur aku suka, aku suka bubur...”
Seorang bocah cilik, bisa jadi bodoh, tidak tahu apa-apa tentang dunia ini. Namun, setidaknya mereka mereka memiliki antusiasme sebagai harta terbesar diri mereka. Setiap hari, bagi mereka adalah sebuah pertualangan yang mengasikkan.
Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077;
- email, telepon, atau chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS